Cinta Sejati menurut Islam:
Tidak rela yang dicintai menderita
Rela berkorban apapun demi yang dicintai
Memenuhi segala keinginan dari yang dicintai
Tidak pernah memaksakan kehendak kepada yang dicintai
Berlaku sepanjang masa
Cinta tersebut hanya ada antara Khalik dan Makhluk, cinta antara makhluk harus ditambah syarat-syarat berikut:
Cintanya tersebut karena Alloh S. W. T.
Harus memenuhi segala aturan yang dibuat oleh Alloh S. W. T.
Sex bukanlah cinta dan cinta bukanlah sex, tetapi sex adalah bunga-bunga dari cinta dan hanya ada dalam pernikahan dan hanya dengan yang dinikahi
Cinta bukan uang atau harta atau duniawi, tetapi cinta membutuhkan uang, harta dan duniawi.
Cinta Sejati menurut Kristen:
Adalah nafsu birahi yang ada antara laki-laki dan perempuan.
Adanya tuhan ayah, tuhan ibu dan tuhan anak
Tuhan ayah tidak menikah dengan tuhan ibu, tetapi punya tuhan anak kandung
Tuhan anak mengembara keliling dunia bersama dengan 2 (dua) pelacur aktif sekaligus selama bertahun-tahun
Di Hosea 1: 2, Hosea 3: 1 dan Hosea 4: 14, berbunyi: "Pergi main pelacur, jadikan anakmu pelacur aktif dan kawini pelacur aktif"
Disediakannya "Pelayan Suci Pelampiasan Nafsu Birahi" di setiap sekte di setiap gereja di seluruh dunia" yang mana para pelayan-pelayan tersebut disekolahkah pada sekolah khusus (ada sampai level S - 2 atau Magister) agar mampu memberikan pelayanan pelampiasan nafsu birahi sesempurna mungkin
Pelayan pelayan Suci Pelampiasan Nafsu Birahi tersebut menikah kepada Yesus (ada Sakramen/Ijab kabul dan ada Surat Nikah/Testamennya), tetapi justru bersetubuh dengan laki-laki selain yesus
Semakin berbakti dan setia serta sempurna melayani yesus, maka semakin dahsyat sexnya dengan laki-laki lain dan semakin banyak laki-laki yang dilayani oleh mereka
Kamis, 15 April 2010
Apakah orang Kristen dan Islam menyembah Allah yang sama?
Jawaban terhadap pertanyaan ini bergantung kepada apa yang dimaksud dengan ”Allah yang sama.” Tidak dapat disangkal bahwa pandangan Islam terhadap Allah dan pandangan Kristen terhadap Allah memiliki banyak kesamaan. Kedua-duanya memandang Allah sebagai Yang Berdaulat, Mahakuasa, Mahatahu, Mahahadir, suci, adil, benar. Baik Islam maupun keKristenan percaya kepada Allah yang esa yang adalah Pencipta segalanya. Jadi, dalam pengertian ini, ya, benar, orang-orang Kristen dan Islam menyembah Allah yang sama.
Pada saat yang sama ada perbedaan-perbedaan penting antara pandangan Kristen dan Islam terhadap Allah. Walaupun kaum Muslimin memandang Allah sebagai Allah yang memiliki atribut kasih, pemurah dan penuh rahmat, Allah tidak mengungkapkan atribut-atribut ini sebagaimana Allah Kristen. Namun demikian, perbedaan paling menyolok dalam pandangan Islam dan Kristen mengenai Allah adalah konsep inkarnasi. Orang-orang Kristen percaya bahwa Allah telah menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Orang-orang Islam memandang konsep ini sebagai penghujatan terbesar. Kaum Muslimin tidak pernah dapat menerima pemikiran bahwa Allah mau mnejadi manusia untuk mati bagi dosa-dosa dunia ini. Kepercayaan terhadap Allah yang berinkarnasi dalam Pribadi Yesus Kristus adalah sangat mendasar dalam kepercayaan Kristen mengenai Allah. Allah telah menjadi manusia sehingga Dia dapat berempati dengan manusia, dan yang lebih penting, sehingga Dia dapat menyediakan keselamatan, pengampunan dosa.
Jadi apakah orang-orang Kristen dan Islam menyembah Allah yang sama? Ya dan tidak. Barangkali pertanyaan yang lebih baik adalah, ”Apakah orang-orang Kristen dan Islam sama-sama memiliki pengertian yang benar tentang seperti apakah Allah itu?” Jawabannya jelas adalah tidak. Ada perbedaan-perbedaan yang sangat krusial antara konsep Kristen dan Islam mengenai Allah. Kita percaya bahwa keKristenan memiliki pandangan yang benar terhadap Allah karena tidak akan bisa ada keselamatan kecuali kalau dosa dibayar lunas. Hanya Allah yang dapat membayar harga seperti itu. Hanya dengan menjadi manusia Allah dapat mati untuk dosa kita dan melunasi hutang dosa kita (Roma 5:8; 2 Korintus 5:21).
Pada saat yang sama ada perbedaan-perbedaan penting antara pandangan Kristen dan Islam terhadap Allah. Walaupun kaum Muslimin memandang Allah sebagai Allah yang memiliki atribut kasih, pemurah dan penuh rahmat, Allah tidak mengungkapkan atribut-atribut ini sebagaimana Allah Kristen. Namun demikian, perbedaan paling menyolok dalam pandangan Islam dan Kristen mengenai Allah adalah konsep inkarnasi. Orang-orang Kristen percaya bahwa Allah telah menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Orang-orang Islam memandang konsep ini sebagai penghujatan terbesar. Kaum Muslimin tidak pernah dapat menerima pemikiran bahwa Allah mau mnejadi manusia untuk mati bagi dosa-dosa dunia ini. Kepercayaan terhadap Allah yang berinkarnasi dalam Pribadi Yesus Kristus adalah sangat mendasar dalam kepercayaan Kristen mengenai Allah. Allah telah menjadi manusia sehingga Dia dapat berempati dengan manusia, dan yang lebih penting, sehingga Dia dapat menyediakan keselamatan, pengampunan dosa.
Jadi apakah orang-orang Kristen dan Islam menyembah Allah yang sama? Ya dan tidak. Barangkali pertanyaan yang lebih baik adalah, ”Apakah orang-orang Kristen dan Islam sama-sama memiliki pengertian yang benar tentang seperti apakah Allah itu?” Jawabannya jelas adalah tidak. Ada perbedaan-perbedaan yang sangat krusial antara konsep Kristen dan Islam mengenai Allah. Kita percaya bahwa keKristenan memiliki pandangan yang benar terhadap Allah karena tidak akan bisa ada keselamatan kecuali kalau dosa dibayar lunas. Hanya Allah yang dapat membayar harga seperti itu. Hanya dengan menjadi manusia Allah dapat mati untuk dosa kita dan melunasi hutang dosa kita (Roma 5:8; 2 Korintus 5:21).
Rabu, 14 April 2010
Beberapa Faktor Yang menyebabkan umat islam menjadi Kristen
Hasil penelitian terakhir perpindahan dari Islam menjadi Kristen
Suatu survey dari Seminar Teologia Fullur Amerika oleh
J. Dudley Woodberry, Russell G. Shubin, and G. Marks.
24 Oktober 2007-11-19
Semoga menjadi berkat bagi setiap yang baca!
berikut ini adalah ringkasannya :
Pada akhir tahun 1960, terdapat perubahan besar pada pengikut Kristus di antara orang-orang Jawa di Indonesia, mengikuti pertikaian antara orang-orang Islam dan orang-orang Komunis. Kami telah melihat pergerakan-pergerakan yang serupa di Afrika Utara dan Asia Selatan, termasuk hal-hal kecil di lain tempat.
Dalam kenyataannya dan mungkin berlawanan dengan perasaan, jumlah dari orang-orang Kristen baru setiap tahunnya jauh melampaui jumlah orang-orang Islam baru, meskipun rata-rata pertumbuhan pertahun untuk Muslim (1,81%) lebih tinggi dari Kristen (1,23%). Abad kemarin, orang Kristen bertumbuh lebih rendah dari orang Islam, dimana Muslim bertumbuh dari 12 sampai 21% dari keseluruhan populasi pada waktu itu. Tapi ini kejutan yang luar biasa. Kekristenan memiliki lebih banyak jumlah total pemikut dari pada Islam. Orang Islam bertambah di sub-Sahara Afrika dan diantara orang Afrika-Amerika oleh perpindahan (agama), namun di tempat lainnya pertumbuhan pada umumnya melalui kelahiran dan immigrasi. Pertumbuhan utama untuk orang-orang Protestant, khususnya Evangelikal dan Pentakosta melalui perpindahan (agama).
Jadi apa sebenarnya yang menarik orang-orang Islam untuk memilih mengikuti Yesus?
Antara 1991 dan 2007, sekitar 750 orang Islam yang telah memutuskan mengikuti Kristus telah mengisi formulir pertanyaan kilat untuk pertanyaan- pertanyaan dasar. Pengisi formulir terdiri dari 30 negara dan 50 kelompok suku mewakili setiap wilayah dari dunia Muslim (lembar pertanyaan tersedia di [dudley@fuller.edu] dalam melihat suatu hidupan di dalam iman
Faktor-faktor yang menyebabkan umat islam menjadi Kristen :
1. Gaya hidup orang Kristen
Kita dapat melihat pada pengalaman-pengalaman terpenting yang telah memperngaruhi orang-orang Islam. Para respondent telah menempatkan gaya hidup orang Kristen sebagai pengaruh yang sangat penting di dalam keputusan mereka mengikut Kristus.
• Seorang Afrika Utara ex-Sufi membuktikan bahwa tidak ada perbedaan antara kepercayaan moral dengan praktek dalam kehidupan orang Kristen yang ia telah lihat.
• Seorang Mesir telah membandingkan kasih sekelompok Kristen di Universitas Amerika dengan perlakuan tanpa-kasih dari murid dan mahasiswa di Medina.
• Seorang wanita Oman menerangkan bahwa orang Kristen memperlakukan kaum wanita sederajat.
• Lainnya tentang pernikahan-pernikahan Kristen (yang berlandaskan) dalam kasih sayang.
• Beberapa orang miskin mengatakan, pekerja-pekerja Kristen asing memiliki kehidupan yang sederhana, memakai pakain lokal dan mengikuti budaya setempat; tidak makan babi, minum bir atau menyentuh lawan jenis
• Seorang Maroko bahkan telah diterima oleh bekas ipar Kristennya setelah pernikahannya mengalami pernikahan yang sukar.
Banyak orang-orang Islam yang menghadapi kekerasan dari orang-orang Islam lainnya tidak melihat itu dalam kehidupan orang-orang Kristen yang mereka kenal.
Kekerasan sesama orang Islam telah memimpin banyak orang Islam kepada kenyataan bagi mereka yang masih hidup dari perang 1971 antar suku antara Pakistan Timur dengan Barat, perang Arab dan Berber di Afrika Utara, serta antara Arab dengan Negro Afrika di Darfur.
2. Kuasa Allah di dalam jawaban doa dan kesembuhan
Kebanyakan faktor-faktro yang ex-Muslim daftarkan, adalah pengalaman-pengalaman campur tangan keajaiban Tuhan sering kali bertambah setelah mereka memutuskan mengikuti Kristus.
• Di Afrika Utara, tetangga-tetangga Muslim meminta orang-orang Kristen untuk berdoa bagi anak perempuan yang sakit keras, dan sembuh.
• Di Sinegal, seorang pemimpin rohani Muslim menunjuk pada kesabaran orang-orang Kristen ketika ia sendiri tidak mampu menyembuhkan mereka.
• Di Pakistan, setelah ziarah ke Mecca tidak menghasilkan kesembuhan bagi gadis Shia, pada akhirnya gadis ini disembuhkan oleh kuasa doa orang Kristen.
Hubungan-hubungan yang sangat dekat dapat ditemukan pada pelepasan dari kuasa roh jahat dan ketertarikan kepada Yesus. Dari semuanya, Yesus adalah nabi penyembuh di kitab Al quran, dan memiliki kuasa atas roh-roh jahat di kitab-kitab Injil. Di Afrika Utara, seorang dukun memakai sihir untuk melawan seorang pria pengikut Yesus. Dukun tersebut menjadi tidak waras dan ditinggalkan oleh keluarganya. Tapi pria pengikut Yesus ini berdoa kepada Kristus agar boleh membebaskan dia dari kegilaanya, dan dukun inipun disembuhkan.
Tentu, kuasa dan berkat (melalui Yesus di atas) bukanlah akhir kata dari orang-orang Islam ini. Alkitab juga menawarkan teologi penderitaan, banyak dari orang-orang Islam yang mengikuti Kristus menemukan iman mereka dikuatkan melalui penderitaan-penderitaan.
3. Ketidak puasan dengan model Islam yang mereka telah alami
• Mereka menyatakan ketidak senangan dengan Al quran yang menekankan hukuman Allah lebih dari kasihnya.
• Liturgi doa haruslah ada dalam bahasa Arab, sebagaimana tuntutan agama Islam. Seorang (Muslim) Jawa bertanya, ‘Tidakah Allah yang maha tahu mengetahui bahasa Indonesia?’
• Muslim lainnya mengeritik penggunaan jimat-jimat dan doa pada kuburan-kuburan orang-orang (yang dianggap) suci.
Beberapa respondent menyatakan pertempuran berasaskan Islam dan ketidak tepatan hukum Islam, yang mereka katakan tidak mampu merubah hati nurani dan masyarakat. Pembebasan dari ilusi ini semakin menyebar di dunia Muslim
• Banyak orang Iran telah tertarik pada Kabar Baik setelah Revolusi Khomeini 1979
• Orang-orang Pakistan semakin menerima (Injil) setelah Presiden Zia ul-Haq (1977-1988) mencoba memberlakukan hukum Islam (syariah).
• Orang-orang Afganistan semakin terbuka setelah Islam Taliban menguasai dan memerintah (1994-2001).
4. Penglihatan-penglihatan dan mimpi-mimpi
Sebagaimana dengan (rasul) Paulus dan Kornelius di Kisah Para Rasul, penglihatan-penglihatan dan mimpi-mimpi mengambil bagian di dalam pertobatan banyak orang. Lebih dari seperempat respondent, 27% mencatat mimpi dan penglihatan sebelum keputusan mereka bagi Kristus, 40% pada waktu pertobatan dan 45% setelahnya.
• Wanita Algerian melihat penglihatan, yang juga disaksikan oleh ibu mertua Muslimnya ketika masuk ke kamarnya dan berkata, ‘Yesus tidak mati, Ia disini.’
• Di Israel, seorang Arab bermimpi bahwa ayahnya (yang telah meninggal dunia) berkata, ‘Ikuti pendeta, ia akan menunjukan kepadamu jalan yang benar’.
Mimpi dan penglihatan lainnya nampak kemudian dan memberi semangat pada masa penganiayaan.
• Seorang wanita Turki diperjara karena pertobatannya, ia mendapat penglihatan bahwa ia akan dibebaskan, dan dia memang dibebaskan.
• Seorang muda Afrika Utara melihat penglihatan beribu-ribu orang percaya di jalan-jalan memproklamasikan iman mereka dan telah menguatkannya untuk bertahan dalam penderitaanya sebagai seorang pengikut Yesus.
5. Pesan Injil (Kabar Baik) adalah jaminan keselamatan oleh kasih Allah
Pesan Injil (Kabar Baik), khususnya pada jaminan keselamatan dan pengampunan, juga dinilai sangat menarik bagi orang-orang Islam. Al quran menyatakan bahwa ‘mereka yang bertobat dan percaya, dan bekerja benar … akan masuk surga’ (19:60). Namun dinyatakan juga bahwa ‘Allah mengampuni siapa yang ia kehendaki dan menghukum siapa yang ia kehendaki’ (2:284), sehingga orang-orang Islam tidak mempunyai kepastian keselamatan.
• Seorang wanita Indonesia bicara dengan ketakutan berdasarkan tradisi ajaran Muhammad, bahwa jembatan yang menghubungi neraka dan surga setipis rambut.
• Seorang Mesir berkata bahwa ia tertarik kepada iman Kristen karena dikotbahkan bahwa orang-orang dapat dipastikan penerimaan mereka oleh Allah.
Ketertarikan berikutnya bagi orang-orang Islam adalah Roh kebenaran di dalam Alkitab. Al quran bersaksi bahwa Torah, Mazmur dan Injil (biasannya dimengerti sebagai Pernjanjian Baru) adalah dari Allah. Meskipun pada umumnya mereka diajar bahwa buku-buku itu dikorupsi, namun sering mereka baca dan temukan kebenaran dan mereka menyimpulkan bahwa tulisan-tulisan tersebut pastilah dari Allah.
• Alkitab telah menolong seorang Mesir mengerti ‘karakter Allah yang sebenarnya’
• Kotbah di Bukit telah menolong keyakinan seorang Islam Libanon, bahwa ia harus mengikuti Seseorang yang telah mengajar dan memberi contoh nilai-nilai tersebut.
Mereka juga telah tertarik ajaran Alkitab tentang kasih Allah. Di Al quran, meskipun Allah mengasihi mereka yang mengasihinya, namun kasihnya adalah kasih yang terbatas. ‘Ia tidak mengasihi mereka yang menolak untuk beriman’ (3:31-32). Tidak seperti ajaran Kristen ‘Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita’ (1 Yohanes 4:10) dan juga, ‘Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa’ (Roma5:8).
Seorang Afrika Barat telah terkejut bahwa kasih Allah untuk semua orang, bahkan terhadap musuh sekalipun. Meskipun Al quran menolak bahwa Allah adalah seorang bapa (37:152), banyak orang Islam mendapatkan ini adalah suatu konsep yang sangat menghibur dan berpengharapan.
Kususnya yang menarik orang Islam adalah kasih yang dinyatakan melalui kehidupan dan ajaran Yesus. Al quran telah menyebut isa (Yesus) orang yang tidak berdosa (19:19). Banyak Muslim tertarik pada penggambaran Yesus di Al quran dan kemudian datang pada Injil untuk mendapatkan lebih banyak lagi.
• Seorang Saudi pertama kali dibawa kepada Yesus pada suatu perayaan malam Natal di Jerman-bahkan sebelum ia tahu Jerman.
• Banyak orang seperti orang Shiah Iran ini yang tertarik kepada Kristus sebelum ia tertarik kepada Kekristenan.
• Seorang sufi Afrika Utara telah menemukan gambaran Yesus sebagai Gembala yang Baik sungguh berarti
• Ketika kasih Kristus merubah orang-orang Kristen yang sungguh masuk kedalam sebuah komunitas yang menyenangkan, banyak orang Islam telah mendaftarkan suatu kerinduan untuk bergabung dalam persekutuan semacam itu sebagai hal yang penting berikutnya.
6. Faktor hati nurani
Banyak dari respondent tidak mengatakan bahwa kondisi-kondisi politik atau ekonomi telah memperngaruhi keputusan mereka. Tapi itu tidak sukar untuk dicatat bahwa orang-orang Iran, Pakistan, Afganistan, Banglades dan orang-orang Algeria telah menjadi lebih respon setelah melewati kekacauan politik Muslim atau tindakan-tindakan untuk memaksakan hukum Islam (hukum syariah). Bencana-bencana alam di Asia Selatan, Asia Tenggara, dan daerah Sahel menempatkan orang-orang Islam berhubungan dengan orang-orang Kristen dari badan-badan sosial. Tidaklah mengejutkan beberapa dari mereka memilih juga mengikuti Yesus. Sementara itu adalah ‘waktu-waktu terbaik’ untuk orang Kristen bersaksi pada orang Islam, itu juga tetap ‘waktu-waktu terburuk’.
Di banyak tempat, pemurtadan setara dengan ditolak keluarga, agama, budaya, suku, dan kenegaraan. Banyak Muslim yang berpindah agama menghadapi penganiayaan dari keluarga, polisi, dan militan Islam.
Dua teman tidak mampu mengisi lembaran pertanyaan – seorang karena ia nampaknya diracuni oleh keluarganya sendiri, lainnya karena pemerintah memenjarakan dia dan kemudian lidahnya dipotong oleh pemimpin militer sehingga ia tidak dapat lagi berkata nama Yesus.
Tetapi Muslim yang telah percaya kepada Kristus tahu bahwa penganiayaan demikian dapat dan akan terjadi, namun dalam sebuah cara yang misterius, hal tersebut merupakan bagian dari waktu-waktu yang terbaik bagi iman mereka, seperti yang diyatakan oleh Yesus, bahwa penganiayaan dalam penganiayaan itu terdapat berkat. (Catatan dari saya, baca Matius 5:9-12).
J. Dudley Woodberry is professor of Islamic studies at the School of Intercultural Studies, Fuller Theological Seminary, Pasadena, California, and served in the Muslim world for many years. Russell G. Shubin is deputy director of national news and publications for Salem Communications in Camarillo, California. G. Marks has ministered in Malawi.
Copyright © 2007 Christianity Today. Click for reprint information.
Sumber :
http://www.christianitytoday.com/ct/2007/october/42.80.html
Why Muslims Follow Jesus
Christianity Today
A Magazine of Evangelical Conviction Dikutip dan diterjemahkan oleh Yusuf7
‘Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.’
(Matius 5:9-12 )
Suatu survey dari Seminar Teologia Fullur Amerika oleh
J. Dudley Woodberry, Russell G. Shubin, and G. Marks.
24 Oktober 2007-11-19
Semoga menjadi berkat bagi setiap yang baca!
berikut ini adalah ringkasannya :
Pada akhir tahun 1960, terdapat perubahan besar pada pengikut Kristus di antara orang-orang Jawa di Indonesia, mengikuti pertikaian antara orang-orang Islam dan orang-orang Komunis. Kami telah melihat pergerakan-pergerakan yang serupa di Afrika Utara dan Asia Selatan, termasuk hal-hal kecil di lain tempat.
Dalam kenyataannya dan mungkin berlawanan dengan perasaan, jumlah dari orang-orang Kristen baru setiap tahunnya jauh melampaui jumlah orang-orang Islam baru, meskipun rata-rata pertumbuhan pertahun untuk Muslim (1,81%) lebih tinggi dari Kristen (1,23%). Abad kemarin, orang Kristen bertumbuh lebih rendah dari orang Islam, dimana Muslim bertumbuh dari 12 sampai 21% dari keseluruhan populasi pada waktu itu. Tapi ini kejutan yang luar biasa. Kekristenan memiliki lebih banyak jumlah total pemikut dari pada Islam. Orang Islam bertambah di sub-Sahara Afrika dan diantara orang Afrika-Amerika oleh perpindahan (agama), namun di tempat lainnya pertumbuhan pada umumnya melalui kelahiran dan immigrasi. Pertumbuhan utama untuk orang-orang Protestant, khususnya Evangelikal dan Pentakosta melalui perpindahan (agama).
Jadi apa sebenarnya yang menarik orang-orang Islam untuk memilih mengikuti Yesus?
Antara 1991 dan 2007, sekitar 750 orang Islam yang telah memutuskan mengikuti Kristus telah mengisi formulir pertanyaan kilat untuk pertanyaan- pertanyaan dasar. Pengisi formulir terdiri dari 30 negara dan 50 kelompok suku mewakili setiap wilayah dari dunia Muslim (lembar pertanyaan tersedia di [dudley@fuller.edu] dalam melihat suatu hidupan di dalam iman
Faktor-faktor yang menyebabkan umat islam menjadi Kristen :
1. Gaya hidup orang Kristen
Kita dapat melihat pada pengalaman-pengalaman terpenting yang telah memperngaruhi orang-orang Islam. Para respondent telah menempatkan gaya hidup orang Kristen sebagai pengaruh yang sangat penting di dalam keputusan mereka mengikut Kristus.
• Seorang Afrika Utara ex-Sufi membuktikan bahwa tidak ada perbedaan antara kepercayaan moral dengan praktek dalam kehidupan orang Kristen yang ia telah lihat.
• Seorang Mesir telah membandingkan kasih sekelompok Kristen di Universitas Amerika dengan perlakuan tanpa-kasih dari murid dan mahasiswa di Medina.
• Seorang wanita Oman menerangkan bahwa orang Kristen memperlakukan kaum wanita sederajat.
• Lainnya tentang pernikahan-pernikahan Kristen (yang berlandaskan) dalam kasih sayang.
• Beberapa orang miskin mengatakan, pekerja-pekerja Kristen asing memiliki kehidupan yang sederhana, memakai pakain lokal dan mengikuti budaya setempat; tidak makan babi, minum bir atau menyentuh lawan jenis
• Seorang Maroko bahkan telah diterima oleh bekas ipar Kristennya setelah pernikahannya mengalami pernikahan yang sukar.
Banyak orang-orang Islam yang menghadapi kekerasan dari orang-orang Islam lainnya tidak melihat itu dalam kehidupan orang-orang Kristen yang mereka kenal.
Kekerasan sesama orang Islam telah memimpin banyak orang Islam kepada kenyataan bagi mereka yang masih hidup dari perang 1971 antar suku antara Pakistan Timur dengan Barat, perang Arab dan Berber di Afrika Utara, serta antara Arab dengan Negro Afrika di Darfur.
2. Kuasa Allah di dalam jawaban doa dan kesembuhan
Kebanyakan faktor-faktro yang ex-Muslim daftarkan, adalah pengalaman-pengalaman campur tangan keajaiban Tuhan sering kali bertambah setelah mereka memutuskan mengikuti Kristus.
• Di Afrika Utara, tetangga-tetangga Muslim meminta orang-orang Kristen untuk berdoa bagi anak perempuan yang sakit keras, dan sembuh.
• Di Sinegal, seorang pemimpin rohani Muslim menunjuk pada kesabaran orang-orang Kristen ketika ia sendiri tidak mampu menyembuhkan mereka.
• Di Pakistan, setelah ziarah ke Mecca tidak menghasilkan kesembuhan bagi gadis Shia, pada akhirnya gadis ini disembuhkan oleh kuasa doa orang Kristen.
Hubungan-hubungan yang sangat dekat dapat ditemukan pada pelepasan dari kuasa roh jahat dan ketertarikan kepada Yesus. Dari semuanya, Yesus adalah nabi penyembuh di kitab Al quran, dan memiliki kuasa atas roh-roh jahat di kitab-kitab Injil. Di Afrika Utara, seorang dukun memakai sihir untuk melawan seorang pria pengikut Yesus. Dukun tersebut menjadi tidak waras dan ditinggalkan oleh keluarganya. Tapi pria pengikut Yesus ini berdoa kepada Kristus agar boleh membebaskan dia dari kegilaanya, dan dukun inipun disembuhkan.
Tentu, kuasa dan berkat (melalui Yesus di atas) bukanlah akhir kata dari orang-orang Islam ini. Alkitab juga menawarkan teologi penderitaan, banyak dari orang-orang Islam yang mengikuti Kristus menemukan iman mereka dikuatkan melalui penderitaan-penderitaan.
3. Ketidak puasan dengan model Islam yang mereka telah alami
• Mereka menyatakan ketidak senangan dengan Al quran yang menekankan hukuman Allah lebih dari kasihnya.
• Liturgi doa haruslah ada dalam bahasa Arab, sebagaimana tuntutan agama Islam. Seorang (Muslim) Jawa bertanya, ‘Tidakah Allah yang maha tahu mengetahui bahasa Indonesia?’
• Muslim lainnya mengeritik penggunaan jimat-jimat dan doa pada kuburan-kuburan orang-orang (yang dianggap) suci.
Beberapa respondent menyatakan pertempuran berasaskan Islam dan ketidak tepatan hukum Islam, yang mereka katakan tidak mampu merubah hati nurani dan masyarakat. Pembebasan dari ilusi ini semakin menyebar di dunia Muslim
• Banyak orang Iran telah tertarik pada Kabar Baik setelah Revolusi Khomeini 1979
• Orang-orang Pakistan semakin menerima (Injil) setelah Presiden Zia ul-Haq (1977-1988) mencoba memberlakukan hukum Islam (syariah).
• Orang-orang Afganistan semakin terbuka setelah Islam Taliban menguasai dan memerintah (1994-2001).
4. Penglihatan-penglihatan dan mimpi-mimpi
Sebagaimana dengan (rasul) Paulus dan Kornelius di Kisah Para Rasul, penglihatan-penglihatan dan mimpi-mimpi mengambil bagian di dalam pertobatan banyak orang. Lebih dari seperempat respondent, 27% mencatat mimpi dan penglihatan sebelum keputusan mereka bagi Kristus, 40% pada waktu pertobatan dan 45% setelahnya.
• Wanita Algerian melihat penglihatan, yang juga disaksikan oleh ibu mertua Muslimnya ketika masuk ke kamarnya dan berkata, ‘Yesus tidak mati, Ia disini.’
• Di Israel, seorang Arab bermimpi bahwa ayahnya (yang telah meninggal dunia) berkata, ‘Ikuti pendeta, ia akan menunjukan kepadamu jalan yang benar’.
Mimpi dan penglihatan lainnya nampak kemudian dan memberi semangat pada masa penganiayaan.
• Seorang wanita Turki diperjara karena pertobatannya, ia mendapat penglihatan bahwa ia akan dibebaskan, dan dia memang dibebaskan.
• Seorang muda Afrika Utara melihat penglihatan beribu-ribu orang percaya di jalan-jalan memproklamasikan iman mereka dan telah menguatkannya untuk bertahan dalam penderitaanya sebagai seorang pengikut Yesus.
5. Pesan Injil (Kabar Baik) adalah jaminan keselamatan oleh kasih Allah
Pesan Injil (Kabar Baik), khususnya pada jaminan keselamatan dan pengampunan, juga dinilai sangat menarik bagi orang-orang Islam. Al quran menyatakan bahwa ‘mereka yang bertobat dan percaya, dan bekerja benar … akan masuk surga’ (19:60). Namun dinyatakan juga bahwa ‘Allah mengampuni siapa yang ia kehendaki dan menghukum siapa yang ia kehendaki’ (2:284), sehingga orang-orang Islam tidak mempunyai kepastian keselamatan.
• Seorang wanita Indonesia bicara dengan ketakutan berdasarkan tradisi ajaran Muhammad, bahwa jembatan yang menghubungi neraka dan surga setipis rambut.
• Seorang Mesir berkata bahwa ia tertarik kepada iman Kristen karena dikotbahkan bahwa orang-orang dapat dipastikan penerimaan mereka oleh Allah.
Ketertarikan berikutnya bagi orang-orang Islam adalah Roh kebenaran di dalam Alkitab. Al quran bersaksi bahwa Torah, Mazmur dan Injil (biasannya dimengerti sebagai Pernjanjian Baru) adalah dari Allah. Meskipun pada umumnya mereka diajar bahwa buku-buku itu dikorupsi, namun sering mereka baca dan temukan kebenaran dan mereka menyimpulkan bahwa tulisan-tulisan tersebut pastilah dari Allah.
• Alkitab telah menolong seorang Mesir mengerti ‘karakter Allah yang sebenarnya’
• Kotbah di Bukit telah menolong keyakinan seorang Islam Libanon, bahwa ia harus mengikuti Seseorang yang telah mengajar dan memberi contoh nilai-nilai tersebut.
Mereka juga telah tertarik ajaran Alkitab tentang kasih Allah. Di Al quran, meskipun Allah mengasihi mereka yang mengasihinya, namun kasihnya adalah kasih yang terbatas. ‘Ia tidak mengasihi mereka yang menolak untuk beriman’ (3:31-32). Tidak seperti ajaran Kristen ‘Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita’ (1 Yohanes 4:10) dan juga, ‘Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa’ (Roma5:8).
Seorang Afrika Barat telah terkejut bahwa kasih Allah untuk semua orang, bahkan terhadap musuh sekalipun. Meskipun Al quran menolak bahwa Allah adalah seorang bapa (37:152), banyak orang Islam mendapatkan ini adalah suatu konsep yang sangat menghibur dan berpengharapan.
Kususnya yang menarik orang Islam adalah kasih yang dinyatakan melalui kehidupan dan ajaran Yesus. Al quran telah menyebut isa (Yesus) orang yang tidak berdosa (19:19). Banyak Muslim tertarik pada penggambaran Yesus di Al quran dan kemudian datang pada Injil untuk mendapatkan lebih banyak lagi.
• Seorang Saudi pertama kali dibawa kepada Yesus pada suatu perayaan malam Natal di Jerman-bahkan sebelum ia tahu Jerman.
• Banyak orang seperti orang Shiah Iran ini yang tertarik kepada Kristus sebelum ia tertarik kepada Kekristenan.
• Seorang sufi Afrika Utara telah menemukan gambaran Yesus sebagai Gembala yang Baik sungguh berarti
• Ketika kasih Kristus merubah orang-orang Kristen yang sungguh masuk kedalam sebuah komunitas yang menyenangkan, banyak orang Islam telah mendaftarkan suatu kerinduan untuk bergabung dalam persekutuan semacam itu sebagai hal yang penting berikutnya.
6. Faktor hati nurani
Banyak dari respondent tidak mengatakan bahwa kondisi-kondisi politik atau ekonomi telah memperngaruhi keputusan mereka. Tapi itu tidak sukar untuk dicatat bahwa orang-orang Iran, Pakistan, Afganistan, Banglades dan orang-orang Algeria telah menjadi lebih respon setelah melewati kekacauan politik Muslim atau tindakan-tindakan untuk memaksakan hukum Islam (hukum syariah). Bencana-bencana alam di Asia Selatan, Asia Tenggara, dan daerah Sahel menempatkan orang-orang Islam berhubungan dengan orang-orang Kristen dari badan-badan sosial. Tidaklah mengejutkan beberapa dari mereka memilih juga mengikuti Yesus. Sementara itu adalah ‘waktu-waktu terbaik’ untuk orang Kristen bersaksi pada orang Islam, itu juga tetap ‘waktu-waktu terburuk’.
Di banyak tempat, pemurtadan setara dengan ditolak keluarga, agama, budaya, suku, dan kenegaraan. Banyak Muslim yang berpindah agama menghadapi penganiayaan dari keluarga, polisi, dan militan Islam.
Dua teman tidak mampu mengisi lembaran pertanyaan – seorang karena ia nampaknya diracuni oleh keluarganya sendiri, lainnya karena pemerintah memenjarakan dia dan kemudian lidahnya dipotong oleh pemimpin militer sehingga ia tidak dapat lagi berkata nama Yesus.
Tetapi Muslim yang telah percaya kepada Kristus tahu bahwa penganiayaan demikian dapat dan akan terjadi, namun dalam sebuah cara yang misterius, hal tersebut merupakan bagian dari waktu-waktu yang terbaik bagi iman mereka, seperti yang diyatakan oleh Yesus, bahwa penganiayaan dalam penganiayaan itu terdapat berkat. (Catatan dari saya, baca Matius 5:9-12).
J. Dudley Woodberry is professor of Islamic studies at the School of Intercultural Studies, Fuller Theological Seminary, Pasadena, California, and served in the Muslim world for many years. Russell G. Shubin is deputy director of national news and publications for Salem Communications in Camarillo, California. G. Marks has ministered in Malawi.
Copyright © 2007 Christianity Today. Click for reprint information.
Sumber :
http://www.christianitytoday.com/ct/2007/october/42.80.html
Why Muslims Follow Jesus
Christianity Today
A Magazine of Evangelical Conviction Dikutip dan diterjemahkan oleh Yusuf7
‘Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.’
(Matius 5:9-12 )
Pernikahan Beda Agama (II)
Ada yg bertanya padaku, apa hukumnya nikah beda agama? Wah, ditodong seperti ini, aku agak kelabakan juga…karena aku sendiri belum menikah malah ditanya ttg nikah, xixixi.. Malahan ada beberapa orang teman juga curhat ttg rencana pernikahan mereka, aku hanya bisa memberi ‘teori’ saja…idealnya, karena aku sendiri belum berpengalaman. Tapi, didasar karena niat menolong mereka, aku perbanyak baca referensi2 ttg pernikahan, kehidupan rumah tangga, dst…minimal sudah tahu teori, tinggal mempraktekkannya…insya ALLOH
Baik, kembali ke topik. Menikah beda agama…hmmm…dari yg pernah aku pelajari, di Islam ada 2 jenis menikah beda agama:
1. Laki-laki beragama Islam menikah dg perempuan non-Islam
2. Perempuan beragama Islam menikah dg laki-laki non-Islam
Masih dari pemahaman yg pernah aku dapat, untuk poin 1, hukumnya adalah MAKRUH. Sedangkan untuk poin 2, hukumnya jelas-jelas DILARANG (HARAM). Baik…untuk lebih mantapnya, aku buka referensi2, diantaranya Fikh Sunnah karya Sayid Sabiq dan Tanya Jawab Agama dari tim PP Muhammadiyah.
Dari kedua buku referensi ini, aku dapati bahwa pemahamanku tidak salah.
Aku mulai dari poin 2.
Dalil yg digunakan untuk larangan menikahnya muslimah dg laki2 non Islam adalah Al Baqarah(2):221,“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”
Jadi, bisa dikatakan, jika seorang muslimah memaksakan dirinya menikah dg laki2 non Islam, maka akan dianggap berzina.
Pada kesempatan ini, aku hanya akan membahas lebih detil poin 1.
Pernikahan seorang lelaki Muslim dengan perempuan non muslim terbagi atas 2 macam:
1. Lelaki Muslim dg perempuan Ahli Kitab. Yang dimaksud dg Ahli Kitab di sini adalah agama Nasrani dan Yahudi (agama samawi). Hukumnya BOLEH, dengan dasar Al Maidah(5):5,“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.”
2. Lelaki Muslim dg perempuan non Ahli Kitab. Untuk kasus ini, banyak ulama yg MELARANG, dengan dasar Al Baqarah(2):222,“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”
Banyak ulama yg menafsirkan bahwa Al Kitab di sini adalah Injil dan Taurat. Dikarenakan agama Islam, Nasrani dan Yahudi berasal dari sumber yg sama, agama samawi, maka para ulama memperbolehkan pernikahan jenis ini. Untuk kasus ini, yg dimaksud dg musyrik adalah penyembah berhala, api, dan sejenisnya. Untuk poin 2, menikah dg perempuan NON AHLI KITAB, para ulama sepakat MELARANG.
Dari sebuah literatur, aku dapatkan keterangan bahwa Hindu, Budha atau Konghuchu tidak termasuk agama samawi (langit) tapi termasuk agama ardhiy (bumi). Karena benda yang mereka katakan sebagai kitab suci itu bukanlah kitab yang turun dari Allah SWT. Benda itu adalah hasil pemikiran para tokoh mereka dan filosof mereka. Sehingga kita bisa bedakan bahwa kebanyakan isinya lebih merupakan petuah, hikmah, sejarah dan filsafat para tokohnya.
Kita tidak akan menemukan hukum dan syariat di dalamnya yang mengatur masalah kehidupan. Tidak ada hukum jual beli, zakat, zina, minuman keras, judi dan pencurian. Sebagaimana yang ada di dalam Al-Quran Al-Karim, Injil atau Taurat. Yang ada hanya etika, moral dan nasehat.
Benda itu tidak bisa dikatakan sebagai kalam suci dari Allah yang diturunkan melalui malaikat Jibril dan berisi hukum syariat. Sedangkan Taurat, Zabur dan Injil, jelas-jelas kitab samawi yang secara kompak diakui sebagai kitabullah.
Sementara itu, Imam Syafi’i dalam kitab klasiknya, Al-Umm, mendefinisikan Kitabiyah dan non Kitabiyah sebagai berikut, “Yang dimaksud dengan ahlul kitab adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani yang berasal dari keturunan bangsa Israel asli. Adapun umat-umat lain yang menganut agama Yahudi dan Nasrani, rnaka mereka tidak twermasuk dalam kata ahlul kitab. Sebab, Nabi Musa a.s. dan Nabi Isa a.s. tidak diutus kecuali untuk Israil dan dakwah mereka juga bukan ditujukan bagi umat-umat setelah Bani israil.”
Secara ringkas bisa kita bagi menjadi demikian :
1. Suami Islam, istri ahli kitab = boleh
2. Suami Islam, istri kafir bukan ahli kitab = haram
3. Suami ahli kitab, istri Islam = haram
4. Suami kafir bukan ahli kitab, istri Islam = haram
Sementara itu, para jumhur shahabat membolehkan laki-laki muslim menikahi wanita kitabiyah, diantaranya adalah Umar bin Al-Khattab, Ustman bin Affan, Jabir, Thalhah, Huzaifah. Bersama dengan para shahabat Nabi juga ada para tabi`Insya Allah seperti Atho`, Ibnul Musayib, al-Hasan, Thawus, Ibnu Jabir Az-Zuhri. Pada generasi berikutnya ada Imam Asy-Syafi`i, juga ahli Madinah dan Kufah.
Yang sedikit berbeda pendapatnya hanyalah Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbal, dimana mereka berdua tidak melarang hanya memkaruhkan menikahi wanita kitabiyah selama ada wanita muslimah.
Pendapat yang mengatakan bahwa nasrani itu musyrik adalah pendapat Ibnu Umar. Beliau mengatakan bahwa nasrani itu musyrik. Selain itu ada Ibnu Hazm yang mengatakan bahwa tidak ada yang lebih musyrik dari orang yang mengatakan bahwa tuhannya adalah Isa. Sehingga menurut mereka menikahi wanita ahli kitab itu haram hukumnya karena mereka adalah musyrik.
Namun jumhur Ulama tetap mengatakan bahwa wanita kitabiyah itu boleh dinikahi, meski ada perbedaan dalam tingkat kebolehannya.
Dari sebuah referensi, aku dapatkan keterangan bahwa Ulama Yusuf Al-Qardlawi berpendapat tentang BOLEHNYA seorang lelaki Muslim menikah dengan perempuan Kitabiyah, sifatnya tidak mutlak, tetapi dengan beberapa SYARAT yang WAJIB untuk diperhatikan, yaitu:
(1) Kitabiyah itu benar-benar berpegang pada ajaran SAMAWI. Tidak ateis, tidak murtad dan tidak beragama yang bukan agama SAMAWI;
(2) Wanita Kitabiyah yang muhshanah (memelihara kehormatan diri dari perbuatan zina);
(3) Ia bukan Kitabiyah yang kaumnya berada pada status permusuhan atau peperangan dengan kaum Muslimin.
Untuk itulah perlu dibedakan antara kitabiyah dzimmiyah dan harbiyah. Dzimmiyah boleh, harbiyah dilarang dikawini;
(4) Di balik perkawinan dengan Kitabiyah itu tidak akan terjadi fitnah, yaitu mafsadat atau kemurtadan (keluar dari agama Islam). Makin besar kemungkinan terjadinya kemurtadan makin besar tingkat larangan dan keharamannya. Nabi Muhammad saw. pernah menyatakan, “La dharara wa la dhirara (tidak bahaya dan tidak membahayakan).
Namun mesti diperhatikan, bahwa ada beberapa keburukan yang akan terjadi manakala seorang lelaki Muslim menikah dengan wanita non-Muslim:
(1) Akan berpengaruh kepada perimbangan antara wanita Islam dengan laki-laki Muslim. Akan lebih banyak wanita Islam yang tidak kawin dengan laki-laki Muslim yang belum kawin. Sementara itu poligami diperketat dan malah laki-laki yang kawin dengan wanita Nasrani sesuai dengan ajaran agamanya serta tidak mungkin menyetujui suaminya berpoligami;
(2) Suami mungkin terpengaruh oleh agama istrinya. Demikian pula anak-anaknya. Bila hal ini terjadi maka fitnah benar-benar menjadi kenyataan, dan
(3) Perkawinan dengan non-Muslimah akan menimbulkan kesulitan hubungan suami istri dan kelangsungan pendidikan anak-anaknya. Lebih-lebih jika laki-laki Muslim dan perempuan Kitabiyah berbeda tanah air, bahasa dan budaya. Misalnya, seorang lelaki Muslim Timur kawin dengan perempuan Kitabiyah Eropa atau Amerika.
Sedangkan dalam Al Quran dan tafsirnya, tim penerjemah dan penafsir Departemen Agama Republik Indonesia menyatakan bahwa, “Dihalalkan bagi laki-laki mukmin mengawini perempuan Ahlulkitab dan tidak dihalalkan mengawini perempuan kafir lainnya. Dan tidak dihalalkan bagi perempuan-perempuan mukmin kawin dengan laki-laki Ahlulkitab dan laki-laki lainnya”.
Aku pribadi berpendapat, apabila seorang lelaki Muslim hendak menikahi perempuan Kitabiyah, SEBAIKNYA dia sudah mempunyai dasar dan pemahaman agama Islam yg baik. Karena tugas dia, menurutku, akan cukup berat…dia mesti ‘menghandle’ istri dan anaknya dalam ilmu agama. Jika tidak cukup ‘kuat’, bahkan lemah, ini akan berbahaya bagi kelangsungan hidup rumah tangganya.
Bagi yg sudah siap menikah, mudah-mudahan artikel ini bermanfaat. Semoga pernikahannya langgeng…
Baik, kembali ke topik. Menikah beda agama…hmmm…dari yg pernah aku pelajari, di Islam ada 2 jenis menikah beda agama:
1. Laki-laki beragama Islam menikah dg perempuan non-Islam
2. Perempuan beragama Islam menikah dg laki-laki non-Islam
Masih dari pemahaman yg pernah aku dapat, untuk poin 1, hukumnya adalah MAKRUH. Sedangkan untuk poin 2, hukumnya jelas-jelas DILARANG (HARAM). Baik…untuk lebih mantapnya, aku buka referensi2, diantaranya Fikh Sunnah karya Sayid Sabiq dan Tanya Jawab Agama dari tim PP Muhammadiyah.
Dari kedua buku referensi ini, aku dapati bahwa pemahamanku tidak salah.
Aku mulai dari poin 2.
Dalil yg digunakan untuk larangan menikahnya muslimah dg laki2 non Islam adalah Al Baqarah(2):221,“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”
Jadi, bisa dikatakan, jika seorang muslimah memaksakan dirinya menikah dg laki2 non Islam, maka akan dianggap berzina.
Pada kesempatan ini, aku hanya akan membahas lebih detil poin 1.
Pernikahan seorang lelaki Muslim dengan perempuan non muslim terbagi atas 2 macam:
1. Lelaki Muslim dg perempuan Ahli Kitab. Yang dimaksud dg Ahli Kitab di sini adalah agama Nasrani dan Yahudi (agama samawi). Hukumnya BOLEH, dengan dasar Al Maidah(5):5,“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.”
2. Lelaki Muslim dg perempuan non Ahli Kitab. Untuk kasus ini, banyak ulama yg MELARANG, dengan dasar Al Baqarah(2):222,“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”
Banyak ulama yg menafsirkan bahwa Al Kitab di sini adalah Injil dan Taurat. Dikarenakan agama Islam, Nasrani dan Yahudi berasal dari sumber yg sama, agama samawi, maka para ulama memperbolehkan pernikahan jenis ini. Untuk kasus ini, yg dimaksud dg musyrik adalah penyembah berhala, api, dan sejenisnya. Untuk poin 2, menikah dg perempuan NON AHLI KITAB, para ulama sepakat MELARANG.
Dari sebuah literatur, aku dapatkan keterangan bahwa Hindu, Budha atau Konghuchu tidak termasuk agama samawi (langit) tapi termasuk agama ardhiy (bumi). Karena benda yang mereka katakan sebagai kitab suci itu bukanlah kitab yang turun dari Allah SWT. Benda itu adalah hasil pemikiran para tokoh mereka dan filosof mereka. Sehingga kita bisa bedakan bahwa kebanyakan isinya lebih merupakan petuah, hikmah, sejarah dan filsafat para tokohnya.
Kita tidak akan menemukan hukum dan syariat di dalamnya yang mengatur masalah kehidupan. Tidak ada hukum jual beli, zakat, zina, minuman keras, judi dan pencurian. Sebagaimana yang ada di dalam Al-Quran Al-Karim, Injil atau Taurat. Yang ada hanya etika, moral dan nasehat.
Benda itu tidak bisa dikatakan sebagai kalam suci dari Allah yang diturunkan melalui malaikat Jibril dan berisi hukum syariat. Sedangkan Taurat, Zabur dan Injil, jelas-jelas kitab samawi yang secara kompak diakui sebagai kitabullah.
Sementara itu, Imam Syafi’i dalam kitab klasiknya, Al-Umm, mendefinisikan Kitabiyah dan non Kitabiyah sebagai berikut, “Yang dimaksud dengan ahlul kitab adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani yang berasal dari keturunan bangsa Israel asli. Adapun umat-umat lain yang menganut agama Yahudi dan Nasrani, rnaka mereka tidak twermasuk dalam kata ahlul kitab. Sebab, Nabi Musa a.s. dan Nabi Isa a.s. tidak diutus kecuali untuk Israil dan dakwah mereka juga bukan ditujukan bagi umat-umat setelah Bani israil.”
Secara ringkas bisa kita bagi menjadi demikian :
1. Suami Islam, istri ahli kitab = boleh
2. Suami Islam, istri kafir bukan ahli kitab = haram
3. Suami ahli kitab, istri Islam = haram
4. Suami kafir bukan ahli kitab, istri Islam = haram
Sementara itu, para jumhur shahabat membolehkan laki-laki muslim menikahi wanita kitabiyah, diantaranya adalah Umar bin Al-Khattab, Ustman bin Affan, Jabir, Thalhah, Huzaifah. Bersama dengan para shahabat Nabi juga ada para tabi`Insya Allah seperti Atho`, Ibnul Musayib, al-Hasan, Thawus, Ibnu Jabir Az-Zuhri. Pada generasi berikutnya ada Imam Asy-Syafi`i, juga ahli Madinah dan Kufah.
Yang sedikit berbeda pendapatnya hanyalah Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbal, dimana mereka berdua tidak melarang hanya memkaruhkan menikahi wanita kitabiyah selama ada wanita muslimah.
Pendapat yang mengatakan bahwa nasrani itu musyrik adalah pendapat Ibnu Umar. Beliau mengatakan bahwa nasrani itu musyrik. Selain itu ada Ibnu Hazm yang mengatakan bahwa tidak ada yang lebih musyrik dari orang yang mengatakan bahwa tuhannya adalah Isa. Sehingga menurut mereka menikahi wanita ahli kitab itu haram hukumnya karena mereka adalah musyrik.
Namun jumhur Ulama tetap mengatakan bahwa wanita kitabiyah itu boleh dinikahi, meski ada perbedaan dalam tingkat kebolehannya.
Dari sebuah referensi, aku dapatkan keterangan bahwa Ulama Yusuf Al-Qardlawi berpendapat tentang BOLEHNYA seorang lelaki Muslim menikah dengan perempuan Kitabiyah, sifatnya tidak mutlak, tetapi dengan beberapa SYARAT yang WAJIB untuk diperhatikan, yaitu:
(1) Kitabiyah itu benar-benar berpegang pada ajaran SAMAWI. Tidak ateis, tidak murtad dan tidak beragama yang bukan agama SAMAWI;
(2) Wanita Kitabiyah yang muhshanah (memelihara kehormatan diri dari perbuatan zina);
(3) Ia bukan Kitabiyah yang kaumnya berada pada status permusuhan atau peperangan dengan kaum Muslimin.
Untuk itulah perlu dibedakan antara kitabiyah dzimmiyah dan harbiyah. Dzimmiyah boleh, harbiyah dilarang dikawini;
(4) Di balik perkawinan dengan Kitabiyah itu tidak akan terjadi fitnah, yaitu mafsadat atau kemurtadan (keluar dari agama Islam). Makin besar kemungkinan terjadinya kemurtadan makin besar tingkat larangan dan keharamannya. Nabi Muhammad saw. pernah menyatakan, “La dharara wa la dhirara (tidak bahaya dan tidak membahayakan).
Namun mesti diperhatikan, bahwa ada beberapa keburukan yang akan terjadi manakala seorang lelaki Muslim menikah dengan wanita non-Muslim:
(1) Akan berpengaruh kepada perimbangan antara wanita Islam dengan laki-laki Muslim. Akan lebih banyak wanita Islam yang tidak kawin dengan laki-laki Muslim yang belum kawin. Sementara itu poligami diperketat dan malah laki-laki yang kawin dengan wanita Nasrani sesuai dengan ajaran agamanya serta tidak mungkin menyetujui suaminya berpoligami;
(2) Suami mungkin terpengaruh oleh agama istrinya. Demikian pula anak-anaknya. Bila hal ini terjadi maka fitnah benar-benar menjadi kenyataan, dan
(3) Perkawinan dengan non-Muslimah akan menimbulkan kesulitan hubungan suami istri dan kelangsungan pendidikan anak-anaknya. Lebih-lebih jika laki-laki Muslim dan perempuan Kitabiyah berbeda tanah air, bahasa dan budaya. Misalnya, seorang lelaki Muslim Timur kawin dengan perempuan Kitabiyah Eropa atau Amerika.
Sedangkan dalam Al Quran dan tafsirnya, tim penerjemah dan penafsir Departemen Agama Republik Indonesia menyatakan bahwa, “Dihalalkan bagi laki-laki mukmin mengawini perempuan Ahlulkitab dan tidak dihalalkan mengawini perempuan kafir lainnya. Dan tidak dihalalkan bagi perempuan-perempuan mukmin kawin dengan laki-laki Ahlulkitab dan laki-laki lainnya”.
Aku pribadi berpendapat, apabila seorang lelaki Muslim hendak menikahi perempuan Kitabiyah, SEBAIKNYA dia sudah mempunyai dasar dan pemahaman agama Islam yg baik. Karena tugas dia, menurutku, akan cukup berat…dia mesti ‘menghandle’ istri dan anaknya dalam ilmu agama. Jika tidak cukup ‘kuat’, bahkan lemah, ini akan berbahaya bagi kelangsungan hidup rumah tangganya.
Bagi yg sudah siap menikah, mudah-mudahan artikel ini bermanfaat. Semoga pernikahannya langgeng…
Pernikahan Beda Agama
Saya seorang muslim yang akan menikah dengan orang yang non muslim, tapi kami tetap ingin memeluk agama kami masing-masing. Bagaimana cara melaksanakan pernikahan beda agama agar sah di dalam agama maupun pemerintah?
Terima kasih, Yuan
JAWABAN:
Pada prinsipnya sebuah perkawinan sah secara hukum apabila memenuhi kedua syaratnya, baik syarat materiil maupun formil. Di Indonesia, syarat sahnya perkawinan di atur dalam Undang-Undang No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Dalam Undang-undang ini, tepatnya dalam pasal 2 diatur bahwa sebuah perkawinan sah secara hukum apabila dilakukan menurut hukum agama dan kepercayaan dari masing-masing pihak yang akan menikah dan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Syarat materiil dari sebuah perkawinan yang dimaksud dalam pasal ini adalah bahwa perkawinan yang akan dilakukan sah menurut agama masing-masing pihak. Jika kemudian perkawinan akan dilakukan oleh pasangan yang berbeda agama, maka kembali lihat kepada hukum agama masing-masing pihak. Dalam hal ini saya perlu sedikit menjelaskan tentang perbedaan pemahaman tentang kebolehan perkawinan beda agama dalam masing-masing ajaran agama.
-Agama Islam-
Dalam agama Islam, terdapat dua aliran yang memberikan pandangan mengenai hal ini. Aliran yang pertama menyatakan bahwa dimungkinkan adanya perkawinan beda agama. Hanya saja hal ini dapat dilakukan jika pihak pria beragama Islam, sementara pihak perempuan beragama non-islam (Al Maidah(5):5). Jika kemudian kondisinya sebaliknya, maka menurut aliran ini, perkawinan beda agama tidak dapat dilakukan (Al Baqarah(2):221). Di sisi yang lain, aliran yang satunya lagi menyatakan bahwa dalam agama Islam, apapun kondisinya, perkawinan beda agama tidak dapat dilakukan (Al-Baqarah [2]:221).
-Agama Kristen-
Dalam agama Kristen (Protestan) perkawinan beda agama tidak dapat dilakukan. Alasan apapun yang mendasarinya, dalam agama ini perkawinan beda agama dilarang. (I Korintus 6 : 14-18).
-Agama Katolik-
Bagi agama Katholik, pada prinsipnya perkawinan beda agama katolik tidaklah dapat dilakukan, Hal ini dikarenakan karena agama Katholik memandang perkawinan sebagai sakramen. Namun kemudian pada tiap gereja katolik pasti ada proses dispensasi yang memungkinkan terjadinya perkawinan beda agama.
-Agama Buddha-
Dalam agama Buddha sebenarnya perkawinan beda agama tidaklah terlalu bermasalah. Hanya saja, memang disarankan untuk satu agama. Hal ini disebabkan pertimbangan kehidupan nantinya dalam perkawinan itu sendiri.
-Agama Hindu-
Dalam agama Hindu tidak dikenal adanya perkawinan beda agama. Hal ini terjadi karena sebelum perkawinan harus dilakukan terlebih dahulu upacara keagamaan. Apabila salah seorang calon mempelai tidak beragama Hindu, maka dia diwajibkan sebagai penganut agama Hindu, karena kalau calon mempelai yang bukan Hindu tidak disucikan terlebih dahulu dan kemudian dilaksanakan perkawinan (Ketentuan Seloka V89 kitab Manawadharmasastra).
Dari penjelasan singkat diatas, maka dapat kita lihat apakah kemudian perkawinan beda agama yang akan dilakukan memenuhi persyaratan materiilnya (sesuai agama masing-masing pihak).
Hal yang selanjutnya harus diperhatikan adalah apakah secara formil perkawinan beda agama tersebut telah memenuhi persyaratan. Di Indonesia, sebuah perkawinan wajib di daftarkan (di catat) di instansi yang telah ditentukan (KUA bagi pasangan beragama Islam dan Kantor Catatan Sipil bagi pasangan yang beragama Non-Islam). Dalam hal ini setiap pasangan yang akan mencatatkan perkawinannya wajib memilih salah satu instansi ini.
Berdasarkan UU No.1 tahun 1974 tentang Perkawinan, di Indonesia tidak dimungkinkan untuk melakukan perkawinan beda agama. Yang kemudian mungkin dapat dilakukan adalah melakukan perkawinan beda agama di luar negeri kemudian mencatatkan perkawinan tersebut di KUA / Kantor Catatan Sipil.
NOTE: Perlu digarisbawahi bahwa dengan dicatatkannya perkawinan beda agama yang dilakukan di luar negeri tidak serta merta membuat perkawinan itu sah di mata hukum Indonesia. (KUA/KCS hanya lembaga pencatat perkawinan).
Sekilas Tentang LBH Masyarakat
Organisasi masyarakat sipil nirlaba yang bergerak di bidang bantuan hukum dengan mengemban misi untuk mengembangkan potensi hukum yang dimiliki oleh masyarakat untuk melakukan gerakan bantuan hukum mandiri serta penyadaran hak-hak warga negara dari dan untuk masyarakat. LBH Masyarakat memiliki program kerja utama sebagai berikut: (1) pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan hukum, penyadaran hak-hak masyarakat, pemberian informasi mengenai hukum dan hak masyarakat serta pelatihan bantuan hukum bagi masyarakat; (2) advokasi kasus dan kebijakan publik; (3) penelitian permasalahan publik.
Terima kasih, Yuan
JAWABAN:
Pada prinsipnya sebuah perkawinan sah secara hukum apabila memenuhi kedua syaratnya, baik syarat materiil maupun formil. Di Indonesia, syarat sahnya perkawinan di atur dalam Undang-Undang No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Dalam Undang-undang ini, tepatnya dalam pasal 2 diatur bahwa sebuah perkawinan sah secara hukum apabila dilakukan menurut hukum agama dan kepercayaan dari masing-masing pihak yang akan menikah dan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Syarat materiil dari sebuah perkawinan yang dimaksud dalam pasal ini adalah bahwa perkawinan yang akan dilakukan sah menurut agama masing-masing pihak. Jika kemudian perkawinan akan dilakukan oleh pasangan yang berbeda agama, maka kembali lihat kepada hukum agama masing-masing pihak. Dalam hal ini saya perlu sedikit menjelaskan tentang perbedaan pemahaman tentang kebolehan perkawinan beda agama dalam masing-masing ajaran agama.
-Agama Islam-
Dalam agama Islam, terdapat dua aliran yang memberikan pandangan mengenai hal ini. Aliran yang pertama menyatakan bahwa dimungkinkan adanya perkawinan beda agama. Hanya saja hal ini dapat dilakukan jika pihak pria beragama Islam, sementara pihak perempuan beragama non-islam (Al Maidah(5):5). Jika kemudian kondisinya sebaliknya, maka menurut aliran ini, perkawinan beda agama tidak dapat dilakukan (Al Baqarah(2):221). Di sisi yang lain, aliran yang satunya lagi menyatakan bahwa dalam agama Islam, apapun kondisinya, perkawinan beda agama tidak dapat dilakukan (Al-Baqarah [2]:221).
-Agama Kristen-
Dalam agama Kristen (Protestan) perkawinan beda agama tidak dapat dilakukan. Alasan apapun yang mendasarinya, dalam agama ini perkawinan beda agama dilarang. (I Korintus 6 : 14-18).
-Agama Katolik-
Bagi agama Katholik, pada prinsipnya perkawinan beda agama katolik tidaklah dapat dilakukan, Hal ini dikarenakan karena agama Katholik memandang perkawinan sebagai sakramen. Namun kemudian pada tiap gereja katolik pasti ada proses dispensasi yang memungkinkan terjadinya perkawinan beda agama.
-Agama Buddha-
Dalam agama Buddha sebenarnya perkawinan beda agama tidaklah terlalu bermasalah. Hanya saja, memang disarankan untuk satu agama. Hal ini disebabkan pertimbangan kehidupan nantinya dalam perkawinan itu sendiri.
-Agama Hindu-
Dalam agama Hindu tidak dikenal adanya perkawinan beda agama. Hal ini terjadi karena sebelum perkawinan harus dilakukan terlebih dahulu upacara keagamaan. Apabila salah seorang calon mempelai tidak beragama Hindu, maka dia diwajibkan sebagai penganut agama Hindu, karena kalau calon mempelai yang bukan Hindu tidak disucikan terlebih dahulu dan kemudian dilaksanakan perkawinan (Ketentuan Seloka V89 kitab Manawadharmasastra).
Dari penjelasan singkat diatas, maka dapat kita lihat apakah kemudian perkawinan beda agama yang akan dilakukan memenuhi persyaratan materiilnya (sesuai agama masing-masing pihak).
Hal yang selanjutnya harus diperhatikan adalah apakah secara formil perkawinan beda agama tersebut telah memenuhi persyaratan. Di Indonesia, sebuah perkawinan wajib di daftarkan (di catat) di instansi yang telah ditentukan (KUA bagi pasangan beragama Islam dan Kantor Catatan Sipil bagi pasangan yang beragama Non-Islam). Dalam hal ini setiap pasangan yang akan mencatatkan perkawinannya wajib memilih salah satu instansi ini.
Berdasarkan UU No.1 tahun 1974 tentang Perkawinan, di Indonesia tidak dimungkinkan untuk melakukan perkawinan beda agama. Yang kemudian mungkin dapat dilakukan adalah melakukan perkawinan beda agama di luar negeri kemudian mencatatkan perkawinan tersebut di KUA / Kantor Catatan Sipil.
NOTE: Perlu digarisbawahi bahwa dengan dicatatkannya perkawinan beda agama yang dilakukan di luar negeri tidak serta merta membuat perkawinan itu sah di mata hukum Indonesia. (KUA/KCS hanya lembaga pencatat perkawinan).
Sekilas Tentang LBH Masyarakat
Organisasi masyarakat sipil nirlaba yang bergerak di bidang bantuan hukum dengan mengemban misi untuk mengembangkan potensi hukum yang dimiliki oleh masyarakat untuk melakukan gerakan bantuan hukum mandiri serta penyadaran hak-hak warga negara dari dan untuk masyarakat. LBH Masyarakat memiliki program kerja utama sebagai berikut: (1) pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan hukum, penyadaran hak-hak masyarakat, pemberian informasi mengenai hukum dan hak masyarakat serta pelatihan bantuan hukum bagi masyarakat; (2) advokasi kasus dan kebijakan publik; (3) penelitian permasalahan publik.
Menentukan Masa Subur Lewat Lendir
Menentukan Masa Subur Lewat LendirAda banyak cara untuk merencanakan kehamilan, salah satunya dengan metode kontrasepsi alami lewat pemeriksaan lendir. Di samping mudah dan murah, metode ini juga bebas dari efek samping.
Jeanny N. Sugandi, seorang terapis yang mempunyai klinik di daerah Cikini merekomendasikan metode pemeriksaan lendir. Cara ini menurutnya efektif untuk merencanakan kehamilan.
Dibandingkan metode kalender, pemeriksaan lendir punya kelebihan. Perhitungan kalender bisa meleset jika siklus menstruasi tidak teratur. Sementara lendir akan berubah secara alamiah, ketika terjadi perubahan siklus hormonal.
Saat terjadi ovulasi atau masa subur, lendir di permukaan vagina menjadi lebih banyak. Konsistensinya liat, berwarna jernih dan elastis. Kondisi ini memungkinkan sperma bisa bertahan hidup untuk membuahi sel telur.
Waktu pengamatan yang paling baik adalah pagi hari. Caranya mudah, ambil lendir di permukaan bibir vagina dengan jari. Jika perlu, masukkan hingga menyentuh serviks.
Rapatkan lendir ke ibu jari, lalu renggangkan. Lendir akan mulur dan tidak mudah putus, jika sedang dalam masa subur.
Jika berhubungan seks pada saat itu, besar kemungkinannya terjadi kehamilan. Sebaliknya, untuk menghindari kehamilan jangan berhubungan seks pada masa subur.
Keberhasilan metode kontrasepsi alami ini ditentukan juga oleh adanya saling pengertian antara kedua pasangan.
"Jika ingin menunda kehamilan, suami jangan memaksakan diri untuk berhubungan seks" ungkap Jeanny, yang secara khusus pernah mempelajari metode ini di AS ketika berbincang-bincang dengan detikHealth, Selasa (13/4/2010).
Selain lendir, perubahan lain yang yang bisa diamati pada masa subur adalah:
Peningkatan suhu basal
Bentuk serviks (leher rahim) menonjol
Indikator minor seperti libido meningkat dan payudara terasa kencang
Perlu diingat, kondisi fisiologis pada setiap infividu sangat bervariasi. Karena itu, perubahan sekecil apapun harus benar-benar diperhatikan agar metode ini efektif.
Jeanny N. Sugandi, seorang terapis yang mempunyai klinik di daerah Cikini merekomendasikan metode pemeriksaan lendir. Cara ini menurutnya efektif untuk merencanakan kehamilan.
Dibandingkan metode kalender, pemeriksaan lendir punya kelebihan. Perhitungan kalender bisa meleset jika siklus menstruasi tidak teratur. Sementara lendir akan berubah secara alamiah, ketika terjadi perubahan siklus hormonal.
Saat terjadi ovulasi atau masa subur, lendir di permukaan vagina menjadi lebih banyak. Konsistensinya liat, berwarna jernih dan elastis. Kondisi ini memungkinkan sperma bisa bertahan hidup untuk membuahi sel telur.
Waktu pengamatan yang paling baik adalah pagi hari. Caranya mudah, ambil lendir di permukaan bibir vagina dengan jari. Jika perlu, masukkan hingga menyentuh serviks.
Rapatkan lendir ke ibu jari, lalu renggangkan. Lendir akan mulur dan tidak mudah putus, jika sedang dalam masa subur.
Jika berhubungan seks pada saat itu, besar kemungkinannya terjadi kehamilan. Sebaliknya, untuk menghindari kehamilan jangan berhubungan seks pada masa subur.
Keberhasilan metode kontrasepsi alami ini ditentukan juga oleh adanya saling pengertian antara kedua pasangan.
"Jika ingin menunda kehamilan, suami jangan memaksakan diri untuk berhubungan seks" ungkap Jeanny, yang secara khusus pernah mempelajari metode ini di AS ketika berbincang-bincang dengan detikHealth, Selasa (13/4/2010).
Selain lendir, perubahan lain yang yang bisa diamati pada masa subur adalah:
Peningkatan suhu basal
Bentuk serviks (leher rahim) menonjol
Indikator minor seperti libido meningkat dan payudara terasa kencang
Perlu diingat, kondisi fisiologis pada setiap infividu sangat bervariasi. Karena itu, perubahan sekecil apapun harus benar-benar diperhatikan agar metode ini efektif.
Selasa, 13 April 2010
kamu mau DIMADU atau DICERAIKAN..??
Cinta itu butuh kesabaran...
Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???
Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..
Aku menjadi perempuan yg paling bahagia.....
Pernikahan kami sederhana namun meriah.....
Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.
Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.
Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.
Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu..
Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci....
Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku... sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.
Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.
***
Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.
Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.
Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku...
Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.
Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku...
Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka...
Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.
Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al - Qur'an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.
Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.
Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.
Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, "Assalammu'alaikum" dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.
Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata "Assalammu'alaikum", ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.
Lalu.. Ibu nya berbicara denganku ...
"Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri".
Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.
Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.
Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, "lebih baik kau pulang saja, ada kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. "
Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya salah ataupun tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.
Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.
***
Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.
Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru aja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.
Aku bertanya, "Ada apa kamu memanggilku?"
Ia berkata, "Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang"
Aku menjawab, "Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?"
"Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan mama ku", jawabnya tegas.
"Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?", tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.
"Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti", jawabnya tegas.
"Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?", lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.
Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.
Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena suamiku sangat sayang padaku.
Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.
Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.
Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.
Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.
Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.
Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.
Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.
***
Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.
Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.
Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..
Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.
Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, "kapankah ia segera pulang?" aku tak tahu..
Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku..
Lebih baik aku tutupi dulu tetang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.
Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari aku hitung...
Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.
Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.
Ia menulis, "aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi".
Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah.
Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.
Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami.
Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..
Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..
Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.
Biasa nya kami selalu berjama'ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengeelus wajahnya dan aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka'at.
***
Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.
Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku?
Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuakudan kebetulan Dian yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, "Loe pikir aja sendiri!!!". Telpon pun langsung terputus.
Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan aku.
Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku telah berubah.
Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang.
Aku hanya berdo'a semoga suamiku sadar akan prilakunya.
***
Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan.
Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiakan segala yang ia perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.
Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.
Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, suamiku memanggilku.
"Ya, ada apa Yah!" sahutku dengan memanggil nama kesayangannya "Ayah".
"Lusa kita siap-siap ke Sabang ya." Jawabnya tegas.
"Ada apa? Mengapa?", sahutku penuh dengan keheranan.
Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.
Dia mengatakan "Kau ikut saja jangan banyak tanya!!"
Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.
Dua tahun pacaran, lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.
Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..
***
Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana, termasuk ibu & adik-adiknya. Aku tidak tahu ada acara apa ini..
Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya.
Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahir tiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, yang tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda.
Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya.
Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.
"Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha". Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.
"Ada apa ya Nek?" sahutku dengan penuh tanya..
Nenek pun menjawab, "Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!".
Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan suamiku?
"Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu.. sebelum kau menikah dengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur,dan akhirnya menikahlah ia dengan kau." Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.
Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.
"Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya", neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.
Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian itu.
Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata, "kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?"
MasyaAllah.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan remuk mendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku..
Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau kayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.
"Fish, jawab!." Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab.
Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas.
"Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah, untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami."
Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada saat itu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.
Aku lalu bertanya kepada suamiku, "Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti, yah?"
Suamiku menjawab, "Dia Desi!"
Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, "Kapan pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?."
Ayah mertuaku menjawab, "Pernikahannya 2 minggu lagi."
"Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besok", setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.
Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku..
Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini?
Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambil bertanya-tanya, "sudah tidak cantikkah aku ini?"
Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.
Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia berdiri dibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera memandangnya dari cermin meja rias itu.
Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, "terima kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?."
Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo.
Dalam hatiku bertanya, "mengapa ia sangat cuek?" dan ia sudah tak memanjakanku lagi. Lalu dia berkata, "sudah malam, kita istirahat yuk!"
"Aku sholat isya dulu baru aku tidur", jawabku tenang.
Dalam sholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku.
Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku atas rasa sayang dan cintanya itu.
***
Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.
Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. Aku save di mydocument yang bertitle "Aku Mencintaimu Suamiku."
Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.
"Apakah kamu sudah siap?"
Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :
"Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do'a di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah itu..", perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.
Tiba-tiba suamiku menjawab "Lalu apa Bunda?"
Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar...
"Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?", pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.
Dia mengangguk dan berkata, "Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda?", sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.
Dia tersenyum sambil berkata, "Kita liat saja nanti ya!". Dia memelukku dan berkata, "bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama".
Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata, "Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa Ayah berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih sayang Ayah? Aku kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah berzina Ayah." Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata, "Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah".
Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis.
Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan ia bertanya, "bunda baik-baik saja kan?" tanyanya dengan penuh khawatir.
Aku pun menjawab, "bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang". Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.
***
Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.
Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakan, "Ayah jangan!!", tapi aku ingat akan kondisiku.
Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut. Begitu ijab-qabul selesai, aku menarik napas panjang. Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini. Ya... aku kuat.
Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. Orang-orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengan tatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum, tapi dibalik itu.. hatiku menangis.
Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini?
Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti aku dahulu, yang di musuhi.
Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam sana.
Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, lalu aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah.. suamiku tak tidur dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.
"Kamu datang ke sini, aku pun tahu", ia berkata seperti itu. Aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata, "maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan juga adik-adikku"
Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi.. masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini..
Suamiku berbisik, "Bunda kok kurus?"
Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.
Aku pun berkata, "Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?"
"Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah sering terluka oleh sikapku yang egois." Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.
Lalu suamiku berkata, "Bun, ayah minta maaf telah menelantarkan bunda.. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti mengejar harta ayah dan satu lagi.. ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat "seperti itu" dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip ("seperti itu"). Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda"
Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.
Aku hanya menjawab, "Aku sudah ceritakan itu kan Yah. Aku tidak pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu."
Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga.
Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.
***
Keesokan harinya...
Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku.
Aku pun dilarikan ke rumah sakit..
Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku..
Aku merasakan tanganku basah..
Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.
Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, "Bunda, Ayah minta maaf..."
Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku?
Aku berkata dengan suara yang lirih, "Yah, bunda ingin pulang.. bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya, Yah.."
"Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah... !!! Bunda sayang banget sama Ayah."
Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.
Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan kalimat tahlil.
Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..
Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..
Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.
Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.
Untuk Ibu mertuaku : "Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu, ketahuilah Ma.. dari dulu aku selalu berdo'a agar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma? Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma? Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku. Dengan Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya."
***
Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.
================================================== === Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku?
Aku dihina oleh mereka ayah.
Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu?
Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat terlihat Ayah..
Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah?
Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah..
Aku diusir dari rumah sakit.
Aku tak boleh merawat suamiku.
Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku.
Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku.
Aku sangat marah..
Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan ibunya..
Aku tak mau sakit hati lagi.
Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku..
Engkau Maha Adil..
Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah..
Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku..
Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu..
Aku kuat ayah dalam kesakitan ini..
Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku..
Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah..
Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu.
Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui.
Tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku.
Aku harus sadar diri.
Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu.
Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku?
Ayah.. aku masih tak rela.
Tapi aku harus ikhlas menerimanya.
Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya.
Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku.
Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir.
Sebelum ajal ini menjemputku.
Ayah.. aku kangen ayah..
================================================== === Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda..
Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini.
Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.
Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur.
Bunda akan selalu hidup dihati ayah.
Bunda.. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah..
Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.
Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, hidup dalam kesendirianmu..
Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus.
Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..
Bunda, kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui.
Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku..
Bunda.. maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat di tidurmu yang panjang.
Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka. Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja.
Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana?
Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana?
Tunggulah Ayah disana Bunda..
Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon..
Ayah Sayang Bunda..
Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???
Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..
Aku menjadi perempuan yg paling bahagia.....
Pernikahan kami sederhana namun meriah.....
Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.
Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.
Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.
Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu..
Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci....
Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku... sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.
Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.
***
Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.
Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.
Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku...
Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.
Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku...
Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka...
Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.
Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al - Qur'an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.
Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.
Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.
Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, "Assalammu'alaikum" dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.
Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata "Assalammu'alaikum", ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.
Lalu.. Ibu nya berbicara denganku ...
"Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri".
Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.
Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.
Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, "lebih baik kau pulang saja, ada kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. "
Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya salah ataupun tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.
Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.
***
Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.
Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru aja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.
Aku bertanya, "Ada apa kamu memanggilku?"
Ia berkata, "Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang"
Aku menjawab, "Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?"
"Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan mama ku", jawabnya tegas.
"Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?", tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.
"Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti", jawabnya tegas.
"Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?", lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.
Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.
Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena suamiku sangat sayang padaku.
Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.
Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.
Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.
Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.
Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.
Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.
Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.
***
Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.
Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.
Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..
Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.
Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, "kapankah ia segera pulang?" aku tak tahu..
Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku..
Lebih baik aku tutupi dulu tetang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.
Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari aku hitung...
Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.
Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.
Ia menulis, "aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi".
Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah.
Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.
Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami.
Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..
Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..
Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.
Biasa nya kami selalu berjama'ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengeelus wajahnya dan aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka'at.
***
Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.
Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku?
Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuakudan kebetulan Dian yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, "Loe pikir aja sendiri!!!". Telpon pun langsung terputus.
Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan aku.
Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku telah berubah.
Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang.
Aku hanya berdo'a semoga suamiku sadar akan prilakunya.
***
Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan.
Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiakan segala yang ia perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.
Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.
Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, suamiku memanggilku.
"Ya, ada apa Yah!" sahutku dengan memanggil nama kesayangannya "Ayah".
"Lusa kita siap-siap ke Sabang ya." Jawabnya tegas.
"Ada apa? Mengapa?", sahutku penuh dengan keheranan.
Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.
Dia mengatakan "Kau ikut saja jangan banyak tanya!!"
Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.
Dua tahun pacaran, lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.
Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..
***
Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana, termasuk ibu & adik-adiknya. Aku tidak tahu ada acara apa ini..
Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya.
Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahir tiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, yang tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda.
Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya.
Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.
"Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha". Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.
"Ada apa ya Nek?" sahutku dengan penuh tanya..
Nenek pun menjawab, "Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!".
Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan suamiku?
"Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu.. sebelum kau menikah dengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur,dan akhirnya menikahlah ia dengan kau." Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.
Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.
"Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya", neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.
Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian itu.
Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata, "kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?"
MasyaAllah.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan remuk mendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku..
Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau kayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.
"Fish, jawab!." Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab.
Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas.
"Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah, untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami."
Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada saat itu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.
Aku lalu bertanya kepada suamiku, "Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti, yah?"
Suamiku menjawab, "Dia Desi!"
Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, "Kapan pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?."
Ayah mertuaku menjawab, "Pernikahannya 2 minggu lagi."
"Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besok", setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.
Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku..
Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini?
Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambil bertanya-tanya, "sudah tidak cantikkah aku ini?"
Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.
Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia berdiri dibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera memandangnya dari cermin meja rias itu.
Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, "terima kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?."
Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo.
Dalam hatiku bertanya, "mengapa ia sangat cuek?" dan ia sudah tak memanjakanku lagi. Lalu dia berkata, "sudah malam, kita istirahat yuk!"
"Aku sholat isya dulu baru aku tidur", jawabku tenang.
Dalam sholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku.
Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku atas rasa sayang dan cintanya itu.
***
Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.
Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. Aku save di mydocument yang bertitle "Aku Mencintaimu Suamiku."
Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.
"Apakah kamu sudah siap?"
Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :
"Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do'a di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah itu..", perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.
Tiba-tiba suamiku menjawab "Lalu apa Bunda?"
Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar...
"Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?", pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.
Dia mengangguk dan berkata, "Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda?", sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.
Dia tersenyum sambil berkata, "Kita liat saja nanti ya!". Dia memelukku dan berkata, "bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama".
Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata, "Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa Ayah berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih sayang Ayah? Aku kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah berzina Ayah." Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata, "Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah".
Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis.
Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan ia bertanya, "bunda baik-baik saja kan?" tanyanya dengan penuh khawatir.
Aku pun menjawab, "bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang". Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.
***
Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.
Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakan, "Ayah jangan!!", tapi aku ingat akan kondisiku.
Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut. Begitu ijab-qabul selesai, aku menarik napas panjang. Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini. Ya... aku kuat.
Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. Orang-orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengan tatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum, tapi dibalik itu.. hatiku menangis.
Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini?
Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti aku dahulu, yang di musuhi.
Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam sana.
Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, lalu aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah.. suamiku tak tidur dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.
"Kamu datang ke sini, aku pun tahu", ia berkata seperti itu. Aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata, "maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan juga adik-adikku"
Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi.. masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini..
Suamiku berbisik, "Bunda kok kurus?"
Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.
Aku pun berkata, "Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?"
"Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah sering terluka oleh sikapku yang egois." Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.
Lalu suamiku berkata, "Bun, ayah minta maaf telah menelantarkan bunda.. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti mengejar harta ayah dan satu lagi.. ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat "seperti itu" dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip ("seperti itu"). Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda"
Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.
Aku hanya menjawab, "Aku sudah ceritakan itu kan Yah. Aku tidak pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu."
Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga.
Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.
***
Keesokan harinya...
Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku.
Aku pun dilarikan ke rumah sakit..
Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku..
Aku merasakan tanganku basah..
Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.
Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, "Bunda, Ayah minta maaf..."
Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku?
Aku berkata dengan suara yang lirih, "Yah, bunda ingin pulang.. bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya, Yah.."
"Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah... !!! Bunda sayang banget sama Ayah."
Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.
Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan kalimat tahlil.
Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..
Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..
Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.
Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.
Untuk Ibu mertuaku : "Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu, ketahuilah Ma.. dari dulu aku selalu berdo'a agar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma? Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma? Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku. Dengan Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya."
***
Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.
================================================== === Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku?
Aku dihina oleh mereka ayah.
Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu?
Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat terlihat Ayah..
Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah?
Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah..
Aku diusir dari rumah sakit.
Aku tak boleh merawat suamiku.
Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku.
Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku.
Aku sangat marah..
Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan ibunya..
Aku tak mau sakit hati lagi.
Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku..
Engkau Maha Adil..
Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah..
Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku..
Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu..
Aku kuat ayah dalam kesakitan ini..
Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku..
Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah..
Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu.
Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui.
Tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku.
Aku harus sadar diri.
Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu.
Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku?
Ayah.. aku masih tak rela.
Tapi aku harus ikhlas menerimanya.
Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya.
Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku.
Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir.
Sebelum ajal ini menjemputku.
Ayah.. aku kangen ayah..
================================================== === Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda..
Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini.
Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.
Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur.
Bunda akan selalu hidup dihati ayah.
Bunda.. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah..
Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.
Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, hidup dalam kesendirianmu..
Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus.
Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..
Bunda, kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui.
Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku..
Bunda.. maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat di tidurmu yang panjang.
Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka. Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja.
Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana?
Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana?
Tunggulah Ayah disana Bunda..
Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon..
Ayah Sayang Bunda..
Kutitip surat ini untukmu
Judul Ebook
KUTITIP SURAT INI UNTUKMU
Penulis
Al-Ustadz ARMEN Halim Naro, Lc.
Rahimahullah
Sumber
http://salafyitb.wordpress.com
Disebarkan dalam bentuk ebook oleh:
PUSTAKA EL-POSOWY
Homepage: www.salafiyunpad.wordpress.com
E-mail: salafiyunpad@yahoo.co.id
Mobile: +6281 329 045 923
Dzulhijjah 1429 / Desember 2008
Jatinangor – Jawa Barat
Diperbolehkan menyebarkan ebook ini
dengan syarat bukan untuk tujuan komersil,
dan tanpa mengubah isi atau makna,
serta menyertakan sumbernya.
Kutitip surat ini untukmu
Assalamu’alaikum,
Segala puji Ibu panjatkan kehadirat
Allah ta’ala yang telah memudahkan
Ibu untuk beribadah kepada-Nya.
Shalawat serta salam Ibu sampaikan
kepada Nabi Muhammad shallallahu
‘alaihi wasallam, keluarga dan para
sahabatnya. Amin…
Wahai anakku,
Surat ini datang dari Ibumu yang
selalu dirundung sengsara… Setelah
berpikir panjang Ibu mencoba untuk
menulis dan menggoreskan pena,
sekalipun keraguan dan rasa malu
menyelimuti diri. Setiap kali menulis,
setiap kali itu pula gores tulisan
terhalang oleh tangis, dan setiap kali
menitikkan air mata setiap itu pula hati
terluka…
Wahai anakku!
Sepanjang masa yang telah engkau
lewati, kulihat engkau telah menjadi
laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas
dan bijak! Karenanya engkau pantas
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 1
membaca tulisan ini, sekalipun
nantinya engkau remas kertas ini lalu
engkau merobeknya, sebagaimana
sebelumnya engkau telah remas hati
dan telah engkau robek pula
perasaanku.
Wahai anakku… 25 tahun telah berlalu,
dan tahun-tahun itu merupakan tahun
kebahagiaan dalam kehidupanku.
Suatu ketika dokter datang
menyampaikan kabar tentang
kehamilanku dan semua ibu sangat
mengetahui arti kalimat tersebut.
Bercampur rasa gembira dan bahagia
dalam diri ini sebagaimana ia adalah
awal mula dari perubahan fisik dan
emosi…
Semenjak kabar gembira tersebut aku
membawamu 9 bulan. Tidur, berdiri,
makan dan bernafas dalam kesulitan.
Akan tetapi itu semua tidak
mengurangi cinta dan kasih sayangku
kepadamu, bahkan ia tumbuh bersama
berjalannya waktu.
Aku mengandungmu, wahai anakku!
Pada kondisi lemah di atas lemah,
bersamaan dengan itu aku begitu
gembira tatkala merasakan melihat
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 2
terjangan kakimu dan balikan
badanmu di perutku. Aku merasa puas
setiap aku menimbang diriku, karena
semakin hari semakin bertambah berat
perutku, berarti engkau sehat wal afiat
dalam rahimku.
Penderitaan yang berkepanjangan
menderaku, sampailah saat itu, ketika
fajar pada malam itu, yang aku tidak
dapat tidur dan memejamkan mataku
barang sekejap pun. Aku merasakan
sakit yang tidak tertahankan dan rasa
takut yang tidak bisa dilukiskan.
Sakit itu terus berlanjut sehingga
membuatku tidak dapat lagi menangis.
Sebanyak itu pula aku melihat
kematian menari-nari di pelupuk
mataku, hingga tibalah waktunya
engkau keluar ke dunia. Engkau pun
lahir… Tangisku bercampur dengan
tangismu, air mata kebahagiaan.
Dengan semua itu, sirna semua
keletihan dan kesedihan, hilang semua
sakit dan penderitaan, bahkan kasihku
padamu semakin bertambah dengan
bertambah kuatnya sakit. Aku raih
dirimu sebelum aku meraih minuman,
aku peluk cium dirimu sebelum
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 3
meneguk satu tetes air ke
kerongkonganku.
Wahai anakku… telah berlalu tahun
dari usiamu, aku membawamu dengan
hatiku dan memandikanmu dengan
kedua tangan kasih sayangku. Saripati
hidupku kuberikan kepadamu. Aku
tidak tidur demi tidurmu, berletih demi
kebahagiaanmu.
Harapanku pada setiap harinya, agar
aku melihat senyumanmu.
Kebahagiaanku setiap saat adalah
celotehmu dalam meminta sesuatu,
agar aku berbuat sesuatu
untukmu…itulah kebahagiaanku!
Kemudian, berlalulah waktu. Hari
berganti hari, bulan berganti bulan dan
tahun berganti tahun. Selama itu pula
aku setia menjadi pelayanmu yang
tidak pernah lalai, menjadi dayangmu
yang tidak pernah berhenti, dan
menjadi pekerjamu yang tidak pernah
mengenal lelah serta mendo’akan
selalu kebaikan dan taufiq untukmu.
Aku selalu memperhatikan dirimu hari
demi hari hingga engkau menjadi
dewasa. Badanmu yang tegap, ototmu
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 4
yang kekar, kumis dan jambang tipis
yang telah menghiasi wajahmu, telah
menambah ketampananmu. Tatkala itu
aku mulai melirik ke kiri dan ke kanan
demi mencari pasangan hidupmu.
Semakin dekat hari perkawinanmu,
semakin dekat pula hari kepergianmu.
saat itu pula hatiku mulai serasa
teriris-iris, air mataku mengalir, entah
apa rasanya hati ini. Bahagia telah
bercampur dengan duka, tangis telah
bercampur pula dengan tawa. Bahagia
karena engkau mendapatkan pasangan
dan sedih karena engkau pelipur hatiku
akan berpisah denganku.
Waktu berlalu seakan-akan aku
menyeretnya dengan berat. Kiranya
setelah perkawinan itu aku tidak lagi
mengenal dirimu, senyummu yang
selama ini menjadi pelipur duka dan
kesedihan, sekarang telah sirna
bagaikan matahari yang ditutupi oleh
kegelapan malam. Tawamu yang
selama ini kujadikan buluh perindu,
sekarang telah tenggelam seperti batu
yang dijatuhkan ke dalam kolam yang
hening, dengan dedaunan yang
berguguran. Aku benar-benar tidak
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 5
mengenalmu lagi karena engkau telah
melupakanku dan melupakan hakku.
Terasa lama hari-hari yang kulewati
hanya untuk ingin melihat rupamu.
Detik demi detik kuhitung demi
mendengarkan suaramu. Akan tetapi
penantian kurasakan sangat panjang.
Aku selalu berdiri di pintu hanya untuk
melihat dan menanti kedatanganmu.
Setiap kali berderit pintu aku
manyangka bahwa engkaulah orang
yang datang itu. Setiap kali telepon
berdering aku merasa bahwa
engkaulah yang menelepon. Setiap
suara kendaraan yang lewat aku
merasa bahwa engkaulah yang datang.
Akan tetapi, semua itu tidak ada.
Penantianku sia-sia dan harapanku
hancur berkeping, yang ada hanya
keputusasaan. Yang tersisa hanyalah
kesedihan dari semua keletihan yang
selama ini kurasakan. Sambil
menangisi diri dan nasib yang memang
telah ditakdirkan oleh-Nya.
Anakku… ibumu ini tidaklah meminta
banyak, dan tidaklah menagih
kepadamu yang bukan-bukan. Yang
Ibu pinta, jadikan ibumu sebagai
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 6
sahabat dalam kehidupanmu.
Jadikanlah ibumu yang malang ini
sebagai pembantu di rumahmu, agar
bisa juga aku menatap wajahmu, agar
Ibu teringat pula dengan hari-hari
bahagia masa kecilmu.
Dan Ibu memohon kepadamu, Nak!
Janganlah engkau memasang jerat
permusuhan denganku, jangan engkau
buang wajahmu ketika Ibu hendak
memandang wajahmu!!
Yang Ibu tagih kepadamu, jadikanlah
rumah ibumu, salah satu tempat
persinggahanmu, agar engkau dapat
sekali-kali singgah ke sana sekalipun
hanya satu detik. Jangan jadikan ia
sebagai tempat sampah yang tidak
pernah engkau kunjungi, atau
sekiranya terpaksa engkau datangi
sambil engkau tutup hidungmu dan
engkaupun berlalu pergi.
Anakku, telah bungkuk pula
punggungku. Bergemetar tanganku,
karena badanku telah dimakan oleh
usia dan digerogoti oleh penyakit…
Berdiri seharusnya dipapah, dudukpun
seharusnya dibopong, sekalipun begitu
cintaku kepadamu masih seperti dulu…
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 7
Masih seperti lautan yang tidak pernah
kering. Masih seperti angin yang tidak
pernah berhenti.
Sekiranya engakau dimuliakan satu
hari saja oleh seseorang, niscaya
engkau akan balas kebaikannya
dengan kebaikan setimpal. Sedangkan
kepada ibumu… Mana balas budimu,
nak!?
Mana balasan baikmu! Bukankah air
susu seharusnya dibalas dengan air
susu serupa?! Akan tetapi kenapa nak!
Susu yang Ibu berikan engkau balas
dengan tuba. Bukankah Allah ta’ala
telah berfirman, “Bukankah balasan
kebaikan kecuali dengan kebaikan
pula?!” (QS. Ar Rahman: 60) Sampai
begitu keraskah hatimu, dan sudah
begitu jauhkah dirimu?! Setelah
berlalunya hari dan berselangnya
waktu?!
Wahai anakku, setiap kali aku
mendengar bahwa engkau bahagia
dengan hidupmu, setiap itu pula
bertambah kebahagiaanku. Bagaimana
tidak, engkau adalah buah dari kedua
tanganku, engkaulah hasil dari
keletihanku. Engkaulah laba dari
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 8
semua usahaku! Kiranya dosa apa
yang telah kuperbuat sehingga engkau
jadikan diriku musuh bebuyutanmu?!
Pernahkah aku berbuat khilaf dalam
salah satu waktu selama bergaul
denganmu, atau pernahkah aku
berbuat lalai dalam melayanimu?
Terus, jika tidak demikian, sulitkah
bagimu menjadikan statusku sebagai
budak dan pembantu yang paling hina
dari sekian banyak pembantumu .
Semua mereka telah mendapatkan
upahnya!? Mana upah yang layak
untukku wahai anakku!
Dapatkah engkau berikan sedikit
perlindungan kepadaku di bawah
naungan kebesaranmu? Dapatkah
engkau menganugerahkan sedikit
kasih sayangmu demi mengobati derita
orang tua yang malang ini? Sedangkan
Allah ta’ala mencintai orang yang
berbuat baik.
Wahai anakku!! Aku hanya ingin
melihat wajahmu, dan aku tidak
menginginkan yang lain.
Wahai anakku! Hatiku teriris, air
mataku mengalir, sedangkan engkau
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 9
sehat wal afiat. Orang-orang sering
mengatakan bahwa engkau seorang
laki-laki supel, dermawan, dan
berbudi.
Anakku… Tidak tersentuhkah hatimu
terhadap seorang wanita tua yang
lemah, tidak terenyuhkah jiwamu
melihat orang tua yang telah renta ini,
ia binasa dimakan oleh rindu,
berselimutkan kesedihan dan
berpakaian kedukaan!? Bukan karena
apa-apa?! Akan tetapi hanya karena
engkau telah berhasil mengalirkan air
matanya… Hanya karena engkau telah
membalasnya dengan luka di hatinya…
hanya karena engkau telah pandai
menikam dirinya dengan belati
durhakamu tepat menghujam
jantungnya… hanya karena engkau
telah berhasil pula memutuskan tali
silaturrahim?!
Wahai anakku, ibumu inilah
sebenarnya pintu surga bagimu. Maka
titilah jembatan itu menujunya,
lewatilah jalannya dengan senyuman
yang manis, pemaafan dan balas budi
yang baik. Semoga aku bertemu
denganmu di sana dengan kasih
sayang Allah ta’ala, sebagaimana
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 10
dalam hadits: “Orang tua adalah pintu
surga yang di tengah. Sekiranya
engkau mau, maka sia-siakanlah pintu
itu atau jagalah!!” (HR. Ahmad)
Anakku. Aku sangat mengenalmu, tahu
sifat dan akhlakmu. Semenjak engkau
telah beranjak dewasa saat itu pula
tamak dan labamu kepada pahala dan
surga begitu tinggi. Engkau selalu
bercerita tentang keutamaan shalat
berjamaah dan shaf pertama. Engkau
selalu berniat untuk berinfak dan
bersedekah.
Akan tetapi, anakku! Mungkin ada satu
hadits yang terlupakan olehmu! Satu
keutamaan besar yang terlalaikan
olehmu yaitu bahwa Nabi yang mulia
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu
berkata: Aku bertanya kepada
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Wahai Rasulullah, amal apa yang
paling mulia? Beliau bersabda: “Shalat
pada waktunya”, aku berkata:
“Kemudian apa, wahai Rasulullah?”
Beliau bersabda: “Berbakti kepada
kedua orang tua”, dan aku berkata:
“Kemudian, wahai Rasulullah!” Beliau
menjawab, “Jihad di jalan Allah”, lalu
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 11
beliau diam. Sekiranya aku bertanya
lagi, niscaya beliau akan
menjawabnya. (Muttafaqun ‘alaih)
Wahai anakku!! Ini aku, pahalamu,
tanpa engkau bersusah payah untuk
memerdekakan budak atau berletih
dalam berinfak. Pernahkah engkau
mendengar cerita seorang ayah yang
telah meninggalkan keluarga dan
anak-anaknya dan berangkat jauh dari
negerinya untuk mencari tambang
emas?! Setelah tiga puluh tahun dalam
perantauan, kiranya yang ia bawa
pulang hanya tangan hampa dan
kegagalan. Dia telah gagal dalam
usahanya. Setibanya di rumah, orang
tersebut tidak lagi melihat gubuk
reotnya, tetapi yang dilihatnya adalah
sebuah perusahaan tambang emas
yang besar. Berletih mencari emas di
negeri orang kiranya, di sebelah gubuk
reotnya orang mendirikan tambang
emas.
Begitulah perumpamaanmu dengan
kebaikan. Engkau berletih mencari
pahala, engkau telah beramal banyak,
tapi engkau telah lupa bahwa di
dekatmu ada pahala yang maha besar.
Di sampingmu ada orang yang dapat
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 12
menghalangi atau mempercepat
amalmu. Bukankah ridhoku adalah
keridhoan Allah ta’ala, dan murkaku
adalah kemurkaan-Nya?
Anakku, yang aku cemaskan
terhadapmu, yang aku takutkan bahwa
jangan-jangan engkaulah yang
dimaksudkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam dalam sabdanya: “Merugilah
seseorang, merugilah seseorang,
merugilah seseorang”, dikatakan,
“Siapa dia,wahai Rasulullah?,
Rasulullah menjawab, “Orang yang
mendapatkan kedua ayah ibunya
ketika tua, dan tidak memasukkannya
ke surga”. (HR. Muslim)
Anakku… Aku tidak akan angkat
keluhan ini ke langit dan aku tidak
adukan duka ini kepada Allah, karena
sekiranya keluhan ini telah
membumbung menembus awan,
melewati pintu-pintu langit, maka akan
menimpamu kebinasaan dan
kesengsaraan yang tidak ada obatnya
dan tidak ada dokter yang dapat
menyembuhkannya. Aku tidak akan
melakukannya, Nak! Bagaimana aku
akan melakukannya sedangkan engkau
adalah jantung hatiku… Bagaimana
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 13
ibumu ini kuat menengadahkan
tangannya ke langit sedangkan engkau
adalah pelipur laraku. Bagaimana Ibu
tega melihatmu merana terkena do’a
mustajab, padahal engkau bagiku
adalah kebahagiaan hidupku.
Bangunlah Nak!
Uban sudah mulai merambat di
kepalamu. Akan berlalu masa hingga
engkau akan menjadi tua pula, dan al
jaza’ min jinsil amal… “Engkau akan
memetik sesuai dengan apa yang
engkau tanam…” Aku tidak ingin
engkau nantinya menulis surat yang
sama kepada anak-anakmu, engkau
tulis dengan air matamu sebagaimana
aku menulisnya dengan air mata itu
pula kepadamu.
Wahai anakku, bertaqwalah kepada
Allah pada ibumu, peganglah kakinya!!
Sesungguhnya surga di kakinya.
Basuhlah air matanya, balurlah
kesedihannya, kencangkan tulang
ringkihnya, dan kokohkan badannya
yang telah lapuk. Anakku… Setelah
engkau membaca surat ini,terserah
padamu! Apakah engkau sadar dan
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 14
akan kembali atau engkau ingin
merobeknya.
Wassalam,
Ibumu
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Artikel Ini Disalin dari Buku Kutitipkan Surat Ini Untukmu
karya Al-Fadhil Al-Ustadz Armen Halim Naro, Lc.
Kami sarankan untuk membeli buku aslinya
(Admin –Www.Salafiyunpad.Wordpress.Com)
Doakanlah agar Allah senantiasa
memberikan kebaikan berupa hidayah di
atas Sunnah bagi kami, orang tua kami,
dan kepada seluruh umat Islam.
Semoga Allah mengampuni segala dosa
kita, amin. (admin)
Nantikan –insya Allah- ebook gratis
berikutnya dari
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 15
KUTITIP SURAT INI UNTUKMU
Penulis
Al-Ustadz ARMEN Halim Naro, Lc.
Rahimahullah
Sumber
http://salafyitb.wordpress.com
Disebarkan dalam bentuk ebook oleh:
PUSTAKA EL-POSOWY
Homepage: www.salafiyunpad.wordpress.com
E-mail: salafiyunpad@yahoo.co.id
Mobile: +6281 329 045 923
Dzulhijjah 1429 / Desember 2008
Jatinangor – Jawa Barat
Diperbolehkan menyebarkan ebook ini
dengan syarat bukan untuk tujuan komersil,
dan tanpa mengubah isi atau makna,
serta menyertakan sumbernya.
Kutitip surat ini untukmu
Assalamu’alaikum,
Segala puji Ibu panjatkan kehadirat
Allah ta’ala yang telah memudahkan
Ibu untuk beribadah kepada-Nya.
Shalawat serta salam Ibu sampaikan
kepada Nabi Muhammad shallallahu
‘alaihi wasallam, keluarga dan para
sahabatnya. Amin…
Wahai anakku,
Surat ini datang dari Ibumu yang
selalu dirundung sengsara… Setelah
berpikir panjang Ibu mencoba untuk
menulis dan menggoreskan pena,
sekalipun keraguan dan rasa malu
menyelimuti diri. Setiap kali menulis,
setiap kali itu pula gores tulisan
terhalang oleh tangis, dan setiap kali
menitikkan air mata setiap itu pula hati
terluka…
Wahai anakku!
Sepanjang masa yang telah engkau
lewati, kulihat engkau telah menjadi
laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas
dan bijak! Karenanya engkau pantas
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 1
membaca tulisan ini, sekalipun
nantinya engkau remas kertas ini lalu
engkau merobeknya, sebagaimana
sebelumnya engkau telah remas hati
dan telah engkau robek pula
perasaanku.
Wahai anakku… 25 tahun telah berlalu,
dan tahun-tahun itu merupakan tahun
kebahagiaan dalam kehidupanku.
Suatu ketika dokter datang
menyampaikan kabar tentang
kehamilanku dan semua ibu sangat
mengetahui arti kalimat tersebut.
Bercampur rasa gembira dan bahagia
dalam diri ini sebagaimana ia adalah
awal mula dari perubahan fisik dan
emosi…
Semenjak kabar gembira tersebut aku
membawamu 9 bulan. Tidur, berdiri,
makan dan bernafas dalam kesulitan.
Akan tetapi itu semua tidak
mengurangi cinta dan kasih sayangku
kepadamu, bahkan ia tumbuh bersama
berjalannya waktu.
Aku mengandungmu, wahai anakku!
Pada kondisi lemah di atas lemah,
bersamaan dengan itu aku begitu
gembira tatkala merasakan melihat
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 2
terjangan kakimu dan balikan
badanmu di perutku. Aku merasa puas
setiap aku menimbang diriku, karena
semakin hari semakin bertambah berat
perutku, berarti engkau sehat wal afiat
dalam rahimku.
Penderitaan yang berkepanjangan
menderaku, sampailah saat itu, ketika
fajar pada malam itu, yang aku tidak
dapat tidur dan memejamkan mataku
barang sekejap pun. Aku merasakan
sakit yang tidak tertahankan dan rasa
takut yang tidak bisa dilukiskan.
Sakit itu terus berlanjut sehingga
membuatku tidak dapat lagi menangis.
Sebanyak itu pula aku melihat
kematian menari-nari di pelupuk
mataku, hingga tibalah waktunya
engkau keluar ke dunia. Engkau pun
lahir… Tangisku bercampur dengan
tangismu, air mata kebahagiaan.
Dengan semua itu, sirna semua
keletihan dan kesedihan, hilang semua
sakit dan penderitaan, bahkan kasihku
padamu semakin bertambah dengan
bertambah kuatnya sakit. Aku raih
dirimu sebelum aku meraih minuman,
aku peluk cium dirimu sebelum
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 3
meneguk satu tetes air ke
kerongkonganku.
Wahai anakku… telah berlalu tahun
dari usiamu, aku membawamu dengan
hatiku dan memandikanmu dengan
kedua tangan kasih sayangku. Saripati
hidupku kuberikan kepadamu. Aku
tidak tidur demi tidurmu, berletih demi
kebahagiaanmu.
Harapanku pada setiap harinya, agar
aku melihat senyumanmu.
Kebahagiaanku setiap saat adalah
celotehmu dalam meminta sesuatu,
agar aku berbuat sesuatu
untukmu…itulah kebahagiaanku!
Kemudian, berlalulah waktu. Hari
berganti hari, bulan berganti bulan dan
tahun berganti tahun. Selama itu pula
aku setia menjadi pelayanmu yang
tidak pernah lalai, menjadi dayangmu
yang tidak pernah berhenti, dan
menjadi pekerjamu yang tidak pernah
mengenal lelah serta mendo’akan
selalu kebaikan dan taufiq untukmu.
Aku selalu memperhatikan dirimu hari
demi hari hingga engkau menjadi
dewasa. Badanmu yang tegap, ototmu
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 4
yang kekar, kumis dan jambang tipis
yang telah menghiasi wajahmu, telah
menambah ketampananmu. Tatkala itu
aku mulai melirik ke kiri dan ke kanan
demi mencari pasangan hidupmu.
Semakin dekat hari perkawinanmu,
semakin dekat pula hari kepergianmu.
saat itu pula hatiku mulai serasa
teriris-iris, air mataku mengalir, entah
apa rasanya hati ini. Bahagia telah
bercampur dengan duka, tangis telah
bercampur pula dengan tawa. Bahagia
karena engkau mendapatkan pasangan
dan sedih karena engkau pelipur hatiku
akan berpisah denganku.
Waktu berlalu seakan-akan aku
menyeretnya dengan berat. Kiranya
setelah perkawinan itu aku tidak lagi
mengenal dirimu, senyummu yang
selama ini menjadi pelipur duka dan
kesedihan, sekarang telah sirna
bagaikan matahari yang ditutupi oleh
kegelapan malam. Tawamu yang
selama ini kujadikan buluh perindu,
sekarang telah tenggelam seperti batu
yang dijatuhkan ke dalam kolam yang
hening, dengan dedaunan yang
berguguran. Aku benar-benar tidak
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 5
mengenalmu lagi karena engkau telah
melupakanku dan melupakan hakku.
Terasa lama hari-hari yang kulewati
hanya untuk ingin melihat rupamu.
Detik demi detik kuhitung demi
mendengarkan suaramu. Akan tetapi
penantian kurasakan sangat panjang.
Aku selalu berdiri di pintu hanya untuk
melihat dan menanti kedatanganmu.
Setiap kali berderit pintu aku
manyangka bahwa engkaulah orang
yang datang itu. Setiap kali telepon
berdering aku merasa bahwa
engkaulah yang menelepon. Setiap
suara kendaraan yang lewat aku
merasa bahwa engkaulah yang datang.
Akan tetapi, semua itu tidak ada.
Penantianku sia-sia dan harapanku
hancur berkeping, yang ada hanya
keputusasaan. Yang tersisa hanyalah
kesedihan dari semua keletihan yang
selama ini kurasakan. Sambil
menangisi diri dan nasib yang memang
telah ditakdirkan oleh-Nya.
Anakku… ibumu ini tidaklah meminta
banyak, dan tidaklah menagih
kepadamu yang bukan-bukan. Yang
Ibu pinta, jadikan ibumu sebagai
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 6
sahabat dalam kehidupanmu.
Jadikanlah ibumu yang malang ini
sebagai pembantu di rumahmu, agar
bisa juga aku menatap wajahmu, agar
Ibu teringat pula dengan hari-hari
bahagia masa kecilmu.
Dan Ibu memohon kepadamu, Nak!
Janganlah engkau memasang jerat
permusuhan denganku, jangan engkau
buang wajahmu ketika Ibu hendak
memandang wajahmu!!
Yang Ibu tagih kepadamu, jadikanlah
rumah ibumu, salah satu tempat
persinggahanmu, agar engkau dapat
sekali-kali singgah ke sana sekalipun
hanya satu detik. Jangan jadikan ia
sebagai tempat sampah yang tidak
pernah engkau kunjungi, atau
sekiranya terpaksa engkau datangi
sambil engkau tutup hidungmu dan
engkaupun berlalu pergi.
Anakku, telah bungkuk pula
punggungku. Bergemetar tanganku,
karena badanku telah dimakan oleh
usia dan digerogoti oleh penyakit…
Berdiri seharusnya dipapah, dudukpun
seharusnya dibopong, sekalipun begitu
cintaku kepadamu masih seperti dulu…
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 7
Masih seperti lautan yang tidak pernah
kering. Masih seperti angin yang tidak
pernah berhenti.
Sekiranya engakau dimuliakan satu
hari saja oleh seseorang, niscaya
engkau akan balas kebaikannya
dengan kebaikan setimpal. Sedangkan
kepada ibumu… Mana balas budimu,
nak!?
Mana balasan baikmu! Bukankah air
susu seharusnya dibalas dengan air
susu serupa?! Akan tetapi kenapa nak!
Susu yang Ibu berikan engkau balas
dengan tuba. Bukankah Allah ta’ala
telah berfirman, “Bukankah balasan
kebaikan kecuali dengan kebaikan
pula?!” (QS. Ar Rahman: 60) Sampai
begitu keraskah hatimu, dan sudah
begitu jauhkah dirimu?! Setelah
berlalunya hari dan berselangnya
waktu?!
Wahai anakku, setiap kali aku
mendengar bahwa engkau bahagia
dengan hidupmu, setiap itu pula
bertambah kebahagiaanku. Bagaimana
tidak, engkau adalah buah dari kedua
tanganku, engkaulah hasil dari
keletihanku. Engkaulah laba dari
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 8
semua usahaku! Kiranya dosa apa
yang telah kuperbuat sehingga engkau
jadikan diriku musuh bebuyutanmu?!
Pernahkah aku berbuat khilaf dalam
salah satu waktu selama bergaul
denganmu, atau pernahkah aku
berbuat lalai dalam melayanimu?
Terus, jika tidak demikian, sulitkah
bagimu menjadikan statusku sebagai
budak dan pembantu yang paling hina
dari sekian banyak pembantumu .
Semua mereka telah mendapatkan
upahnya!? Mana upah yang layak
untukku wahai anakku!
Dapatkah engkau berikan sedikit
perlindungan kepadaku di bawah
naungan kebesaranmu? Dapatkah
engkau menganugerahkan sedikit
kasih sayangmu demi mengobati derita
orang tua yang malang ini? Sedangkan
Allah ta’ala mencintai orang yang
berbuat baik.
Wahai anakku!! Aku hanya ingin
melihat wajahmu, dan aku tidak
menginginkan yang lain.
Wahai anakku! Hatiku teriris, air
mataku mengalir, sedangkan engkau
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 9
sehat wal afiat. Orang-orang sering
mengatakan bahwa engkau seorang
laki-laki supel, dermawan, dan
berbudi.
Anakku… Tidak tersentuhkah hatimu
terhadap seorang wanita tua yang
lemah, tidak terenyuhkah jiwamu
melihat orang tua yang telah renta ini,
ia binasa dimakan oleh rindu,
berselimutkan kesedihan dan
berpakaian kedukaan!? Bukan karena
apa-apa?! Akan tetapi hanya karena
engkau telah berhasil mengalirkan air
matanya… Hanya karena engkau telah
membalasnya dengan luka di hatinya…
hanya karena engkau telah pandai
menikam dirinya dengan belati
durhakamu tepat menghujam
jantungnya… hanya karena engkau
telah berhasil pula memutuskan tali
silaturrahim?!
Wahai anakku, ibumu inilah
sebenarnya pintu surga bagimu. Maka
titilah jembatan itu menujunya,
lewatilah jalannya dengan senyuman
yang manis, pemaafan dan balas budi
yang baik. Semoga aku bertemu
denganmu di sana dengan kasih
sayang Allah ta’ala, sebagaimana
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 10
dalam hadits: “Orang tua adalah pintu
surga yang di tengah. Sekiranya
engkau mau, maka sia-siakanlah pintu
itu atau jagalah!!” (HR. Ahmad)
Anakku. Aku sangat mengenalmu, tahu
sifat dan akhlakmu. Semenjak engkau
telah beranjak dewasa saat itu pula
tamak dan labamu kepada pahala dan
surga begitu tinggi. Engkau selalu
bercerita tentang keutamaan shalat
berjamaah dan shaf pertama. Engkau
selalu berniat untuk berinfak dan
bersedekah.
Akan tetapi, anakku! Mungkin ada satu
hadits yang terlupakan olehmu! Satu
keutamaan besar yang terlalaikan
olehmu yaitu bahwa Nabi yang mulia
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu
berkata: Aku bertanya kepada
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Wahai Rasulullah, amal apa yang
paling mulia? Beliau bersabda: “Shalat
pada waktunya”, aku berkata:
“Kemudian apa, wahai Rasulullah?”
Beliau bersabda: “Berbakti kepada
kedua orang tua”, dan aku berkata:
“Kemudian, wahai Rasulullah!” Beliau
menjawab, “Jihad di jalan Allah”, lalu
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 11
beliau diam. Sekiranya aku bertanya
lagi, niscaya beliau akan
menjawabnya. (Muttafaqun ‘alaih)
Wahai anakku!! Ini aku, pahalamu,
tanpa engkau bersusah payah untuk
memerdekakan budak atau berletih
dalam berinfak. Pernahkah engkau
mendengar cerita seorang ayah yang
telah meninggalkan keluarga dan
anak-anaknya dan berangkat jauh dari
negerinya untuk mencari tambang
emas?! Setelah tiga puluh tahun dalam
perantauan, kiranya yang ia bawa
pulang hanya tangan hampa dan
kegagalan. Dia telah gagal dalam
usahanya. Setibanya di rumah, orang
tersebut tidak lagi melihat gubuk
reotnya, tetapi yang dilihatnya adalah
sebuah perusahaan tambang emas
yang besar. Berletih mencari emas di
negeri orang kiranya, di sebelah gubuk
reotnya orang mendirikan tambang
emas.
Begitulah perumpamaanmu dengan
kebaikan. Engkau berletih mencari
pahala, engkau telah beramal banyak,
tapi engkau telah lupa bahwa di
dekatmu ada pahala yang maha besar.
Di sampingmu ada orang yang dapat
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 12
menghalangi atau mempercepat
amalmu. Bukankah ridhoku adalah
keridhoan Allah ta’ala, dan murkaku
adalah kemurkaan-Nya?
Anakku, yang aku cemaskan
terhadapmu, yang aku takutkan bahwa
jangan-jangan engkaulah yang
dimaksudkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam dalam sabdanya: “Merugilah
seseorang, merugilah seseorang,
merugilah seseorang”, dikatakan,
“Siapa dia,wahai Rasulullah?,
Rasulullah menjawab, “Orang yang
mendapatkan kedua ayah ibunya
ketika tua, dan tidak memasukkannya
ke surga”. (HR. Muslim)
Anakku… Aku tidak akan angkat
keluhan ini ke langit dan aku tidak
adukan duka ini kepada Allah, karena
sekiranya keluhan ini telah
membumbung menembus awan,
melewati pintu-pintu langit, maka akan
menimpamu kebinasaan dan
kesengsaraan yang tidak ada obatnya
dan tidak ada dokter yang dapat
menyembuhkannya. Aku tidak akan
melakukannya, Nak! Bagaimana aku
akan melakukannya sedangkan engkau
adalah jantung hatiku… Bagaimana
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 13
ibumu ini kuat menengadahkan
tangannya ke langit sedangkan engkau
adalah pelipur laraku. Bagaimana Ibu
tega melihatmu merana terkena do’a
mustajab, padahal engkau bagiku
adalah kebahagiaan hidupku.
Bangunlah Nak!
Uban sudah mulai merambat di
kepalamu. Akan berlalu masa hingga
engkau akan menjadi tua pula, dan al
jaza’ min jinsil amal… “Engkau akan
memetik sesuai dengan apa yang
engkau tanam…” Aku tidak ingin
engkau nantinya menulis surat yang
sama kepada anak-anakmu, engkau
tulis dengan air matamu sebagaimana
aku menulisnya dengan air mata itu
pula kepadamu.
Wahai anakku, bertaqwalah kepada
Allah pada ibumu, peganglah kakinya!!
Sesungguhnya surga di kakinya.
Basuhlah air matanya, balurlah
kesedihannya, kencangkan tulang
ringkihnya, dan kokohkan badannya
yang telah lapuk. Anakku… Setelah
engkau membaca surat ini,terserah
padamu! Apakah engkau sadar dan
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 14
akan kembali atau engkau ingin
merobeknya.
Wassalam,
Ibumu
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Artikel Ini Disalin dari Buku Kutitipkan Surat Ini Untukmu
karya Al-Fadhil Al-Ustadz Armen Halim Naro, Lc.
Kami sarankan untuk membeli buku aslinya
(Admin –Www.Salafiyunpad.Wordpress.Com)
Doakanlah agar Allah senantiasa
memberikan kebaikan berupa hidayah di
atas Sunnah bagi kami, orang tua kami,
dan kepada seluruh umat Islam.
Semoga Allah mengampuni segala dosa
kita, amin. (admin)
Nantikan –insya Allah- ebook gratis
berikutnya dari
www.salafiyunpad.wordpress.com abu zayd 15
INDAHNYA BAHASA INDONESIA
sebelumnya maaf buat yg masih keturunan org sono..!! hihihiiiii.....
INDONESIA : Kementerian Agama
MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa ( Cape , deh…emang ada gitu menteri yang tak berdosa…? Orok semua, dong…)
INDONESIA : Angkatan Darat
MALAYSIA : Laskar Hentak-Hentak Bumi (Kalo laut jadi hentak-hentak aer…kelelep, dong….. Kalo udara hentak-hentak awan…Wakakaka…ditendang Gatotkaca…mental, tuh pasukan)
INDONESIA : Angkatan Udara
MALAYSIA : Laskar Angin Angin (Hi hi…yang ini pasukannya pasti pada pegel, kemana-mana bawa kipas angin ato ‘hihid’. You know what’s d meaning of ‘Hihid….?’)
INDONESIA :'Pasukaaan bubar jalan !!
MALAYSIA :'Pasukaaan cerai berai !! (Kebayang deh abis selse baris pada ditabokin istrinya semua)
INDONESIA : Merayap
MALAYSIA : Bersetubuh dengan bumi (Kenapa nggak di kasur aja, seeehhhh…? Nggak bakalan papuket jeung reungit ato dikejar-kejar petugas. Apa emang nyari yang goceng goler…?)
INDONESIA : Rumah sakit bersalin
MALAYSIA : Hospital korban lelaki (Nah, loh…laki-laki…!!! Urus korbanmu itu…jangan sampe jejeritan teu puguh)
INDONESIA : Belok kiri, belok kanan
MALAYSIA : Pusing kiri, pusing kanan (Kalo breakdance apaan, ateuh…? Liat bahasanya aja keleyengan gini. Gubraks…)
INDONESIA : Departemen Pertanian
MALAYSIA : Departemen Cucuk Tanam (Cucuk, boooo…yu, marrreeee…ekyeu mawar dung…Huekkksss…)
INDONESIA : Gratis bicara 30 menit
MALAYSIA : Percuma berbual 30 minit (Jadi mo nambah…? Kurang lama kali tuh ngebualnya. Pantesan banyak ngaku-ngaku punya orang …)
INDONESIA : Satpam/sekuriti
MALAYSIA : Penunggu Maling (Ngarep banget ya dimalingin…sampe ditungguin segala. Ck ck ck…padahal nggak ada yang bisa dicolong di situ mah)
INDONESIA : Joystick
MALAYSIA : Batang senang (Maksud loe…?? Ngeresssss…mesti disapuin pake ajian sapu jagat Brama Kumbara kayaknya)
INDONESIA : Tidur siang
MALAYSIA : Petang telentang (Pale lo peyang…? Kalo gitu, tidur malem "Gelap tengkurep", eungap-eungap lah…sapeupeuting nangkuban)
INDONESIA : Tank
MALAYSIA : Kereta kebal (Suntik kaleeeeee…kebal…Apa kebal malu…? Pantessss…pada tebel semua mukanya…Yuk, marreee…)
INDONESIA : Kedatangan
MALAYSIA : Ketibaan (Kurangin ‘a’ aja satu…ketiban, deh. Penyokkkk…)
INDONESIA : Rumah sakit jiwa
MALAYSIA : Gubuk gila (Sampe gubuk juga ikutan gila…? Ck ck ck…)
INDONESIA : Dokter ahli jiwa
MALAYSIA : Dokter gila ( Dokternya aja gila…gimana pasiennya…? Tinggalnya di gubuk gila…Ampunnn…gelo kabeh mun kieu mah)
INDONESIA : Hantu pocong
MALAYSIA : Hantu Bungkus ( Pesen satu dong, Bang…jangan pake saos)
INDONESIA : Menteri Kehutanan
MALAYSIA : Menteri Semak Belukar (Suka ngampar nieh kayaknya si menteri…Jadi inget lagu dangdut “Ilalang…ilalang…” Ngampar yok ngampar…)
INDONESIA : Kementerian Hukum dan HAM
MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh (Sampe ka gogorentelan dina lumpur oge moal kelar masalahnya, hayoh silih tuduh. Dezighhh…gebukin pake pentungan…!!!)
INDONESIA : Telepon Selular
MALAYSIA : Talipon Bimbit (Talipak maneh…? Halah… Sekalian we ateuh ulah talipon, tapi tali kolor…)
INDONESIA : Pasukan Terjung Payung
MALAYSIA : Aska Begayut (Begayut maksut loh…? Gelantungan, gitu…? Heu-euh lah…mirip…tinggal ngandangin aja)
Beginilah akibatnya kalau orang Malaysia menerjemahkan istilah-istilah komputer.
hardware = barang keras
software = barang lembut
joystick = batang bahagia
plug and play = cucuk dan main
port = lubang
server = pelayan
client = pelanggan
Inggris: "That server gives a plug and play service to the clients using either hardware or software joystick. The joystick goes into the port of the client."
Malaysia : "Pelayan itu memberi pelanggannya layanan cucuk dan main dengan mempergunakan batang bahagia jenis keras atau lembut. Batang bahagia itu dimasukkan ke dalam lubang pelanggan."
Ngeresssss…kotorrrrrr…cuci pake air aki semua tu’ otaknya…!!!
INDONESIA : Kementerian Agama
MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa ( Cape , deh…emang ada gitu menteri yang tak berdosa…? Orok semua, dong…)
INDONESIA : Angkatan Darat
MALAYSIA : Laskar Hentak-Hentak Bumi (Kalo laut jadi hentak-hentak aer…kelelep, dong….. Kalo udara hentak-hentak awan…Wakakaka…ditendang Gatotkaca…mental, tuh pasukan)
INDONESIA : Angkatan Udara
MALAYSIA : Laskar Angin Angin (Hi hi…yang ini pasukannya pasti pada pegel, kemana-mana bawa kipas angin ato ‘hihid’. You know what’s d meaning of ‘Hihid….?’)
INDONESIA :'Pasukaaan bubar jalan !!
MALAYSIA :'Pasukaaan cerai berai !! (Kebayang deh abis selse baris pada ditabokin istrinya semua)
INDONESIA : Merayap
MALAYSIA : Bersetubuh dengan bumi (Kenapa nggak di kasur aja, seeehhhh…? Nggak bakalan papuket jeung reungit ato dikejar-kejar petugas. Apa emang nyari yang goceng goler…?)
INDONESIA : Rumah sakit bersalin
MALAYSIA : Hospital korban lelaki (Nah, loh…laki-laki…!!! Urus korbanmu itu…jangan sampe jejeritan teu puguh)
INDONESIA : Belok kiri, belok kanan
MALAYSIA : Pusing kiri, pusing kanan (Kalo breakdance apaan, ateuh…? Liat bahasanya aja keleyengan gini. Gubraks…)
INDONESIA : Departemen Pertanian
MALAYSIA : Departemen Cucuk Tanam (Cucuk, boooo…yu, marrreeee…ekyeu mawar dung…Huekkksss…)
INDONESIA : Gratis bicara 30 menit
MALAYSIA : Percuma berbual 30 minit (Jadi mo nambah…? Kurang lama kali tuh ngebualnya. Pantesan banyak ngaku-ngaku punya orang …)
INDONESIA : Satpam/sekuriti
MALAYSIA : Penunggu Maling (Ngarep banget ya dimalingin…sampe ditungguin segala. Ck ck ck…padahal nggak ada yang bisa dicolong di situ mah)
INDONESIA : Joystick
MALAYSIA : Batang senang (Maksud loe…?? Ngeresssss…mesti disapuin pake ajian sapu jagat Brama Kumbara kayaknya)
INDONESIA : Tidur siang
MALAYSIA : Petang telentang (Pale lo peyang…? Kalo gitu, tidur malem "Gelap tengkurep", eungap-eungap lah…sapeupeuting nangkuban)
INDONESIA : Tank
MALAYSIA : Kereta kebal (Suntik kaleeeeee…kebal…Apa kebal malu…? Pantessss…pada tebel semua mukanya…Yuk, marreee…)
INDONESIA : Kedatangan
MALAYSIA : Ketibaan (Kurangin ‘a’ aja satu…ketiban, deh. Penyokkkk…)
INDONESIA : Rumah sakit jiwa
MALAYSIA : Gubuk gila (Sampe gubuk juga ikutan gila…? Ck ck ck…)
INDONESIA : Dokter ahli jiwa
MALAYSIA : Dokter gila ( Dokternya aja gila…gimana pasiennya…? Tinggalnya di gubuk gila…Ampunnn…gelo kabeh mun kieu mah)
INDONESIA : Hantu pocong
MALAYSIA : Hantu Bungkus ( Pesen satu dong, Bang…jangan pake saos)
INDONESIA : Menteri Kehutanan
MALAYSIA : Menteri Semak Belukar (Suka ngampar nieh kayaknya si menteri…Jadi inget lagu dangdut “Ilalang…ilalang…” Ngampar yok ngampar…)
INDONESIA : Kementerian Hukum dan HAM
MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh (Sampe ka gogorentelan dina lumpur oge moal kelar masalahnya, hayoh silih tuduh. Dezighhh…gebukin pake pentungan…!!!)
INDONESIA : Telepon Selular
MALAYSIA : Talipon Bimbit (Talipak maneh…? Halah… Sekalian we ateuh ulah talipon, tapi tali kolor…)
INDONESIA : Pasukan Terjung Payung
MALAYSIA : Aska Begayut (Begayut maksut loh…? Gelantungan, gitu…? Heu-euh lah…mirip…tinggal ngandangin aja)
Beginilah akibatnya kalau orang Malaysia menerjemahkan istilah-istilah komputer.
hardware = barang keras
software = barang lembut
joystick = batang bahagia
plug and play = cucuk dan main
port = lubang
server = pelayan
client = pelanggan
Inggris: "That server gives a plug and play service to the clients using either hardware or software joystick. The joystick goes into the port of the client."
Malaysia : "Pelayan itu memberi pelanggannya layanan cucuk dan main dengan mempergunakan batang bahagia jenis keras atau lembut. Batang bahagia itu dimasukkan ke dalam lubang pelanggan."
Ngeresssss…kotorrrrrr…cuci pake air aki semua tu’ otaknya…!!!
Keunikan huruf "T"
Tatkala Temperatur Terik Terbakar Terus,
Tukang Tempe Tetap Tabah, "Tempe-tempe" , Teriaknya.
Ternyata Teriakan Tukang Tempe Tadi Terdengar Tukang Tahu, Terpaksa
Teriakannya Tambah Tinggi, "Tahu...Tahu. ..Tahu... !"
"Tempenya Terbaik, Tempenya Terenak, Tempenya Terkenal!!", Timpal Tukang Tempe .
Tukang Tahu Tidak Terima,"Tempenya Tengik, Tempenya Tawar, Tempenya Terjelek.... !
" Tukang Tempe Tertegun, Terhenyak, "Teplakkk... ! "Tamparannya Tepat Terkena Tukang Tahu.
Tapi Tukang Tahu Tidak Terkalahkan, Tendangannya Tepat Terkena Tulang Tungkai Tukang Tempe .
Tukang Tempe Terjengkang Tumbang! Tapi Terus Tegak, Tatapannya Terhunus Tajam Terhadap Tukang Tahu.
Tetapi, Tukang Tahu Tidak Terpengaruh Tatapan Tajam Tukang Tempe Tersebut, "Tidak Takut!!" Tantang Tukang Tahu.
Tidak Ternyana Tangan Tukang Tempe Terkepal, Tinjunya Terarah, Terus Tonjokkannya Tepat Terkena Tukang Tahu,
Tak Terelakkan! Tujuh Tempat Terkena Tinjunya, Tonjokan Terakhir Tepat Terkena Telak.
Tukang Tahu Terjerembab.
"Tolong.. Tolong.. Tolong..!", Teriaknya Terdengar Tinggi.
Tetapi Tanpa Tunda Tempo, Tukang Tempe Teruskan Teriakannya, " Tempe .. Tempe.. Tempe ..!!
" Tukang Tahu Tambah Teriak Tararahu.. Tararahu, Tandingin Tararempe.. Tararempe..
Tape Tehhh...
Thanks
Tukang Tempe Tetap Tabah, "Tempe-tempe" , Teriaknya.
Ternyata Teriakan Tukang Tempe Tadi Terdengar Tukang Tahu, Terpaksa
Teriakannya Tambah Tinggi, "Tahu...Tahu. ..Tahu... !"
"Tempenya Terbaik, Tempenya Terenak, Tempenya Terkenal!!", Timpal Tukang Tempe .
Tukang Tahu Tidak Terima,"Tempenya Tengik, Tempenya Tawar, Tempenya Terjelek.... !
" Tukang Tempe Tertegun, Terhenyak, "Teplakkk... ! "Tamparannya Tepat Terkena Tukang Tahu.
Tapi Tukang Tahu Tidak Terkalahkan, Tendangannya Tepat Terkena Tulang Tungkai Tukang Tempe .
Tukang Tempe Terjengkang Tumbang! Tapi Terus Tegak, Tatapannya Terhunus Tajam Terhadap Tukang Tahu.
Tetapi, Tukang Tahu Tidak Terpengaruh Tatapan Tajam Tukang Tempe Tersebut, "Tidak Takut!!" Tantang Tukang Tahu.
Tidak Ternyana Tangan Tukang Tempe Terkepal, Tinjunya Terarah, Terus Tonjokkannya Tepat Terkena Tukang Tahu,
Tak Terelakkan! Tujuh Tempat Terkena Tinjunya, Tonjokan Terakhir Tepat Terkena Telak.
Tukang Tahu Terjerembab.
"Tolong.. Tolong.. Tolong..!", Teriaknya Terdengar Tinggi.
Tetapi Tanpa Tunda Tempo, Tukang Tempe Teruskan Teriakannya, " Tempe .. Tempe.. Tempe ..!!
" Tukang Tahu Tambah Teriak Tararahu.. Tararahu, Tandingin Tararempe.. Tararempe..
Tape Tehhh...
Thanks
Cuci bra dan pakaian2 baru Anda sebelum dipakai
Banyak orang yang melakukannya, ini sebagai peringatan bagi yang tidak melakukannya. Kami tidak tahu parasit apa yang ada dalam pakaian ketika kita membelinya
Cuci bra baru Anda sebelum Anda memakainya!!! jadikan kebiasaan mulai sekarang untuk mencuci pakaian baru Anda sebelum memakainya, ini sangat penting!!!
Setelah Susan McKinley (antroplogis) pulang setelah ekspedisi di amerika selatan, ia menyadari ada ruam aneh di payudara sebelah kirinya, tidak ada yang tahu itu apa, dan ia pikir ruam itu akan hilang seiring waktu
Setelah ia kembali ia menemui dokter karena sudah dimulainya rasa sakit. Dokter tidak tahu penyakit apa yang dideritanya, dokter memberikannya antibiotik dan krim khusus.. Setelah waktu berselang rasa sakitnya tidak hilang dan payudaranya semakin panas dan mulai berdarah
Ia memutuskan untuk membalut pendarahan itu, bagaimanapun rasa sakitnya makin bertambah, ia mulai mencari dokter2 yang terbaik. Dr. Lynch tidak bisa mendiagnosa infeksi apa yang terjadi dan meminta Susan untuk mencari temannya yang ahli dalam bidang dermatologi
Sialnya sang dokter sedang berlibur. Susan menunggu selama 2 minggu dan akhirnya dapat bertemu dermatologist tersebut. Perubahan akan terkuak dalam pertemuan ini
Susan terkejut, setelah ia membuka perbannya, mereka menemukan larva bertumbuh dan bersarang dalam pori2 dan dalam luka payudaranya. Sesekali mahluk jahat ini masuk dalam peri-pori dan muncil di lubang sebelahnya. yang ia tidak tahu adalah lubang itu sangat dalam dari yang ia bayangkan. Larva ini memakan lemak, lapisan kulit dan kanal susu payudaranya!
Cuci bra baru Anda sebelum Anda memakainya!!! jadikan kebiasaan mulai sekarang untuk mencuci pakaian baru Anda sebelum memakainya, ini sangat penting!!!
Setelah Susan McKinley (antroplogis) pulang setelah ekspedisi di amerika selatan, ia menyadari ada ruam aneh di payudara sebelah kirinya, tidak ada yang tahu itu apa, dan ia pikir ruam itu akan hilang seiring waktu
Setelah ia kembali ia menemui dokter karena sudah dimulainya rasa sakit. Dokter tidak tahu penyakit apa yang dideritanya, dokter memberikannya antibiotik dan krim khusus.. Setelah waktu berselang rasa sakitnya tidak hilang dan payudaranya semakin panas dan mulai berdarah
Ia memutuskan untuk membalut pendarahan itu, bagaimanapun rasa sakitnya makin bertambah, ia mulai mencari dokter2 yang terbaik. Dr. Lynch tidak bisa mendiagnosa infeksi apa yang terjadi dan meminta Susan untuk mencari temannya yang ahli dalam bidang dermatologi
Sialnya sang dokter sedang berlibur. Susan menunggu selama 2 minggu dan akhirnya dapat bertemu dermatologist tersebut. Perubahan akan terkuak dalam pertemuan ini
Susan terkejut, setelah ia membuka perbannya, mereka menemukan larva bertumbuh dan bersarang dalam pori2 dan dalam luka payudaranya. Sesekali mahluk jahat ini masuk dalam peri-pori dan muncil di lubang sebelahnya. yang ia tidak tahu adalah lubang itu sangat dalam dari yang ia bayangkan. Larva ini memakan lemak, lapisan kulit dan kanal susu payudaranya!
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)



